Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan vlog sebagai media asesmen formatif pada pembelajaran P5 dan IPA di kelas IV Sekolah Dasar. Urgensi penelitian ini didasari oleh tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut peralihan dari asesmen tradisional menuju asesmen autentik yang berpusat pada siswa, namun di lapangan guru masih sering terjebak pada metode penilaian konvensional yang kurang mampu memotret perkembangan karakter dan keterampilan abad ke-21 secara komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan guru dan observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai instrumen asesmen formatif di sekolah dasar, penggunaan vlog efektif dalam memantau perkembangan belajar siswa secara berkelanjutan (on-going assessment). Vlog memungkinkan guru memberikan umpan balik yang lebih personal dan mendalam terhadap pemahaman konsep, kreativitas, serta keterampilan berpikir kritis siswa yang sulit terukur melalui tes tertulis. Selain itu, vlog mendorong internalisasi profil pelajar Pancasila melalui penilaian aspek sosial-emosional seperti tanggung jawab dan kerja sama selama proses pembuatan karya. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan sarana teknologi dan kompetensi digital guru dalam mengelola umpan balik berbasis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa vlog merupakan solusi asesmen formatif inovatif yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Rekomendasi yang diajukan meliputi pelatihan khusus bagi guru mengenai teknik penilaian berbasis video (rubrik vlog) serta peningkatan dukungan fasilitas teknologi sekolah.
Copyrights © 2025