Eko Kristanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN PREVENTIF DAN KURATIF SEKOLAH TERHADAP KENAKALAN PELAJAR: STUDI KASUS DI SMK MUHAMMADIYAH 2 BLORA Eko Kristanto; Putri Dwi Yuliana; Erna Yayuk
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.32300

Abstract

Kenakalan pelajar merupakan masalah yang terus berkembang dan membutuhkan penanganan efektifdi lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi penanganan kenakalan pelajar di SMKMuhammadiyah 2 Blora melalui integrasi pendekatan preventif dan kuratif berbasis nilai-nilai keislaman.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, melibatkan guru BK, guru agama, wakil kepalasekolah, orang tua, dan siswa sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasipartisipatif, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa bentuk kenakalan siswa meliputi keterlambatan, membolos, pelanggaran seragam, danperilaku tidak sopan. Strategi preventif yang diterapkan sekolah mencakup pembinaan karakter, kegiatankeagamaan, sosialisasi aturan, serta kerja sama dengan kepolisian dan tokoh agama. Sementara itu,penanganan kuratif dilakukan melalui konseling individual, mediasi, keterlibatan orang tua, dan sanksi edukatifyang berlandaskan pembinaan spiritual. Nilai-nilai keislaman menjadi dasar pembinaan, terlihat dari kegiatanibadah rutin, pendidikan ISMUBA, dan peran aktif guru agama sebagai pembimbing moral siswa. Integrasikedua strategi ini berhasil menurunkan angka pelanggaran dan membentuk karakter siswa secara positif.Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penanganan kenakalan pelajar tidak hanya bergantung padapemberian sanksi, tetapi juga pada pendidikan karakter yang terstruktur dan konsisten. Temuan ini dapatdijadikan model pembinaan bagi sekolah berbasis nilai keagamaan lainnya.
Integrated Health and Safety Program: PAD Screening for Adults and Disaster Training for Youth in Wombo Kalonggo irsanty Collein; Baiq Emy Nurmalisa; Andi Fatmawati Syamsu; Fitria Masulilli; Alfrida Semuel Ra'bung; Fajrillah Kolomboy; Helena Pangaribuan; Ismunandar Ismunandar; Supirno Supirno; Eko Kristanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v5i2.4252

Abstract

Rural communities in Indonesia face a dual burden of high disaster risk and a growing prevalence of non-communicable diseases (NCDs). A holistic approach addressing both challenges simultaneously may build comprehensive community resilience. This community service initiative aimed to implement and evaluate an integrated program combining disaster response training for youth with Peripheral Artery Disease (PAD) screening in Wombo Kalonggo Village. The program was conducted in February 2025. A two-pronged intervention was delivered: (1) Disaster response training for 50 youth members (Karang Taruna), comprising lectures, hands-on simulations, and a night drill, with pre- and post-training knowledge assessments; and (2) Targeted screening for PAD using the Ankle-Brachial Index (ABI) conducted on 38 high-risk adults aged ≥45 years with at least one risk factor (smoking, diabetes, or hypertension). No follow-up measurement was conducted due to the short-term nature of the program. Results: Disaster training outcomes: Youth disaster knowledge increased from 58% pre-test to 86% post-test. The program initiated a youth disaster preparedness team (not yet formally recognized as a functional organization), Screening outcomes: Among 38 adults screened, mean ABI was 0.945 (SD ±0.066; 95% CI: 0.90–0.98). Integration efficiency: The single-platform model reached both youth and at-risk adults in two village gatherings, though causal synergy between components was not evaluated. Conclusion: This preliminary study demonstrates that integrating disaster preparedness training with NCD screening is logistically feasible in a single-village, short-term community service format. However, claims of effectiveness and replicability are limited by the absence of a control group, lack of long-term follow-up, and short evaluation timeframe. Sustaining youth team activities and incorporating ABI screening into primary healthcare (Puskesmas) require further evaluation. This approach may serve as a preliminary reference for similar vulnerable communities, pending longitudinal validation.