Kastama Hardy, I Putu Dedy
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PERSIAPAN MENUJU BADAN LAYANAN UMUM DAERAH DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSKESMAS KUTA II BADUNG-BALI Kastama Hardy, I Putu Dedy; Natalia Yudha, Ni Luh Gde Ari
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.812 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1788

Abstract

ABSTRAKUPT Puskesmas Kuta II sebagai unit pelaksana teknis daerah mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan di wilayah kerjanya. Oleh karena itu, sebagai garda terdepan layanan kesehatan tingkat dasar, maka menjadi suatu keharusan bagi Puskesmas untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan salah satunya melalui program menjadikan Puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu: belum ada pemahaman yang sama bagi petugas puskesmas tentang pentingnya BLUD seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, bahwa dengan menjadikan Puskesmas sebagai BLUD, maka banyak manfaat yang diperoleh terutama dalam fleksibilitas pengelolaan keuangan Puskesmas sehingga dapat menjalankan pelayanan dengan mengutamakan efisiensi dan produktivitas. Metode pendekatan yang ditawarkan pelatihan dalam persiapan pelaksanaan BLUD di puskesmas dilaksanakan selama 2 hari dengan memberikan memberikan materi dan pendampingan tentang: 1) dasar ketentuan dan tujuan penerapan BLUD; 2) mekanisme penilaian syarat administratif BLUD sesuai Permendagri 61/2007 dan SE Mendagri No 900/2759/SJ; 3) gambaran umum penyusunan dokumen standar pelayanan minimal. 4) gambaran umum penyusunan dokumen pola tata Kelola; 5) gambaran umum penyusunan dokumen Rencana Strategis Bisnis dan hubungan dengan Standar Pelayanan Minimal; 6) gambaran umum penyusunan dokumen laporan keuangan pokok; 7) simulasi penilaian dokumen persyaratan administrasi BLUD. Hasil kegiatan terjadinya peningkatan pengetahuan sebesar 90%, terjadi peningkatan pengetahuan materi BLUD nilai rata-ratanya adalah 53% (pretest) menjadi 90% (posttest) dan dengan materi RKA dan laporan keuangan dengan nilai rata-ratanya adalah 60% (pretest) menjadi 90% (posttest). Kesimpulan dalam pengabdian ini yaitu terjadi peningkatan yang signifikan sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat.Kata kunci : Puskesma, penetapan BLUD, syarat BLUDABSTRACTUPT Puskesmas Kuta II as a regional implementing unit has the authority and responsibility for the maintenance of community health in its working area. Therefore, as the frontline in basic health services, it becomes a necessity for the Community Health Center (Puskesmas) to improve the health service system, one of which is through the program to make Puskesmas as a BLUD. The problems faced by the partners were: the lack of similar understanding for Puskesmas staff about the importance of BLUDs as previously described, that by making Puskesmas a BLUD, there are many benefits, especially in the flexibility of puskesmas financial management so that it can run services by prioritizing efficiency and productivity. The team offered training approaches in preparation for the implementation of BLUD at the Puskesmas, which was carried out for two days by providing material and assistance on: 1) basic Provisions and Objectives of BLUD Application / SJ; 2) overview of Preparation of Minimum Service Standard Documents; 3) general overview of Preparation of Governance Pattern Documents; 4) general overview of Preparation of Business Strategic Plan Documents and relationships with Minimum Service Standards; 5) general overview of Preparation of Basic Financial Statements; and 6) simulation of BLUD Administrative Requirement Document Evaluation. The results of the activity included an increase in knowledge by 90%, an increase in knowledge of BLUD material the average value was 53% (pretest) to 90% (posttest) and with RKA material and financial statements with an average value of 60% (pretest) to 90% (posttest). The conclusion in this service had a significant increase before and after community service activities.Key words: Puskesmas, BLUD determination, BLUD requirements
Hubungan Stres Kerja Perawat Selama Masa Pandemi Terhadap Kinerja Perawat di Ruang Isolasi Covid-19 Rumah Sakit TK. II Udayana Kastama Hardy, I Putu dedy; Natalia Yudha, Ni Luh Gde Ari; Pratiwi, Alya Ajeng Pratiwi
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 5 No 1 (2021): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v5i1.188

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Dunia dilanda dengan adanya penyakit menular baru yang berasal dari China yaitu Coronavirus Disease (Covid-19). Pada saat ini perawat mendapat tantangan tersendiri dalam memberikan asuhan keperawatan dengan resiko perawat bisa menjadi korban terpaparnya Covid-19 dengan resiko penularan yang tinggi. Hal tersebut memicu stres bagi para tenaga medis terutama pada perawat. Stres kerja dapat mempengaruhi kemampuan seseorang, dalam hal ini khususnya perawat untuk menghadapi pekerjaan yang nantinya dapat menghambat kinerjanya. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stres kerja berdasarkan gejala fisik, psikologis dan perilaku terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit TK. II Udayana. Metedologi: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik cross sectional. Sampel diambil dengan teknik total sampling berjumlah 30 sampel di ruang isolasi Covid-19 Rumah Sakit Tk. II Udayana. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi square). Hasil: Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa variabel stres kerja gejala fisik (p=0,002), stres kerja gejala psikologis (p=0,001), dan stres kerja gejala perilaku (p=0,006) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja perawat di ruang isolasi Covid-19. Kesimpulan: Ada hubungan antara stres kerja berdasarkan gejala fisik, gejala psikologis, gejala perilaku terhadap kinerja perawat diruang isolasi Covid-19 Rumah Sakit TK. II Udayana.