Masyni
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MANAJEMEN INOVASI PEMBELAJARAN EFEKTIF DI SMP NEGERI 4 SAMARINDA ( Studi Kasus Di SMP Negeri 4 Samarinda) Masyni
CENDIKIA Vol 5 No 1 (2021): Cendekia
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan daya saing sekolah tersebut sebagai sekolah yang efektif diperlukan inovasi pembelajaran dengan manajemen yang tepat. Untuk itu,penelitian ini bertujuan menemukan: (1), konsep inovasi pembelajaran,(2), implementasi fungsi-fungsi manajemen inovasi pembelajaran dan (3), implikasi manajemen inovasi pembelajaran. Menghasilkan temuan yang diperoleh dari data-data yang dikumpulkan melalui tehnik observasi partisipasi wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian dalam disertasi ini adalah peneliti sendiri sebagai key instrument, sedangkan yang menjadi informan atau sumber data adalah kepala sekolah sebagai informan kunci dan wakil kepala sekolah, bidang kurikulum, koordinator siswa pembelajaran, guru pengajar serta siswa pembelajaran efektif sebagai informan pendukung Data dianalisis teknik analisis data dengan menggunakan teknik deskriptif melalui Analysis Interactive Model, yang terdiri dari koleksi data, reduksi data, penyajian data,dan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan bahwa:(1), konsep inovasi pembelajaran efektif dibangun melalui input yang midle dengan proses pembelajaran yang efektif dan melahirkan output yang efektif. (2) implementasi fungsi-fungsi manajemen inovasi pembelajaran efektif melalui a) desain perencanaan dengan penetapan standar seleksi input, standar proses yang efektif, dan standar output yang efektif, b) pengorganisasian inovasi pembelajaran melalui alokasi waktu, peran dan tugas guru,dan sumber belajar, c) pelaksanaan inovasi pembelajaran melalui, penataan kelas melalui moving class, guru yang terstandar, pengelolaan media berbasis IT dan full day school, d) evaluasi inovasi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tes dan non tes dengan standar mastery learning, dan penilaian kelas yang high competition, dan (3) implikasi manajemen inovasi pembelajaran meliputi sIstem pengelolaan pembelajaran semakin integratif,standar kualifikasi guru semakin baik, dan reputasi sekolah semakin meningkat. (4) Penerapan manajemen inovasi pembelajaran efektif di SMPN Samarinda terdapat beberapa kendala yang memerlukan upaya untuk mengatasi masalah di lapangan.
PENERAPAN MANAJEMEN MUTU TERPADU DI SMAN 1 MUARA PAHU KABUPATEN KUTAI BARAT Masyni
CENDIKIA Vol 6 No 2 (2023): Cendekia
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana penerapan MMT ditinjau dari: 1).Perencanaan,. 2). Pelaksanaan, 3). Pengawasan dan 4). Pengevaluasian serta 5). Kendala dan Solusi Penerapan Mutu Terpadu di SMAN 1 Muara Pahu Kabupaten Kutai Barat, dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang berprestasi. Penelitian ini menggunakan metode kasus dengan prosedur pengumpulan data yang menggunakan beberapa teknik yang mencakup: wawancara mendalam, observasi, partisipasi, dan dokumentasi, berupa photografi, pengkajian arsip-arsip sekolah. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi yang dilakukan dengan cross chek data dan informasi, baik dengan triangulasi sumber maupun triangulasi metode. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis siklus Milles Huberman. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa SMAN 1 Muara Pahu Kabupaten Kutai Barat sudah menerapkan MMT mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi untuk mewujudkan lembaga pendidikan berprestasi yang mengacu pada penerapan TQM SNP. Dengan melakukan fungsi Manajemen: 1). Perencanaan: menetapkan visi dan misi sebagai pedoman mutu, komitmen terhadap penyelenggaraan sekolah berstandar SNP, 2). Pelaksanaan: menerapkan kurikulum nasional dan khas lembaga, mengusahakan pendidik dan tenaga kependidikan memiliki kualifikasi minimal S1, mempertahankan adanya kepuasan peserta didik dan orang tua sebagai user sekolah, lulusan diusahakan 100% dan dibekali dengan skill, adanya sarana prasarana yang representatif, pengelolaan pendidikan yang transparan, hubungan sekolah dengan masyarakat sangat dekat, adanya layanan khusus fasilitas penunjang belajar. 3) Pengawasan: melakukan evaluasi diri mengenai kinerja sekolah, serta melaksanakan evaluasi proses pembelajaran setiap akhir semester. 4) Evaluasi: menyusun laporan hasil evaluasi diri sekolah, menyusun skala prioritas kegiatan dan program tindak lanjut terhadap hasil EDS. 5) Mencermati kendala-kendala dalam melaksanakan MMT, dan mengusahakan solusi sehingga bisa mengadakan perbaikan secara terus menerus.
Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di SMP Negeri 1 Melak Kabupaten Kutai Barat Masyni
CENDIKIA Vol 7 No 1 (2023): Cendekia
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendiskripsikan; (1). Implementasi MBS dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. (2) Pemenuhan VIII SNP (3) Peran Stakeholders dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. (4) Kendala dan solusi dalam pemenuhan VIII SNP di SMPN 1 Melak Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini menggunakan metode kasus dengan prosedur pengumpulan data yang menggunakan beberapa teknik mencakup: Observasi, partisipan dan catatan lapangan berdasarkan pedoman observasi. Dokumentasi, berupa photography, dan arsip-arsip sekolah, pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi yang dilakukan dengan cross chek data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis siklus Milles Huberman, proses dimulai reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan Berdasarkan hasil temuan substantif yaitu (1) Implementasi MBS, adalah model “Cooperative Participation Management Based Quality”, (2) Pemenuhan VIII SNP meliputi yaitu: Standar Kelulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan dan Standar Penilaian, (3) Peran serta stakeholders instrumental participation dan transformative participation (4). Ada beberapa kendala dalam pemenuhan VIII SNP sehingga masih perlu tindak lanjut untuk perbaikan. dalam standar proses; ada kesenjangan 30% tenaga pendidik yang sudah menerapkan pembelajaran berbasis ICT, ada kesenjangan 40% dalam tenaga pendidik melaksanakan pembelajaran kontekstual learning, quantum learning, pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan, cooperative learning serta solusinya dengan melaksanakan supervisi akademik terhadap proses pembelajaran di dalam kelas, melaksanakan supervisi akademik terhadap proses pembelajaran di dalam kelas, menekankan penguatan kemandirian dan spirit partisipasi masyarakat mencapai mutu MBS
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SHOOTING SEPAK BOLA MELALUI GAYA MENGAJAR INKLUSI PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 6 LOA KULU TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Masyni; Pujo Triyono
CENDIKIA Vol 8 No 2 (2025): CENDEKIA
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena masih rendahnya kemampuan shooting sepak bola pada siswa kelas VIII A, pada saat pelaksanaan, banyak siswa yang masih belum memahami teknik-teknik dasar melakukan shooting dalam sepak bola. Sewaktu melakukan shooting siswa sering melakukan kesalahan terutama pada saat melakukan sikap awal dan berkenaan dengan bola, kemudian arah bola yang selalu lari dari target atau tidak tepat sasaran. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar shooting sepak bola melalui gaya mengajar inklusi pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Loa Kulu tahun pelajaran 2020/2021. Dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Untuk memperoleh data dalam penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Pertemuan dalam penelitian ini berjumlah 9 kali pertemuan dan setiap pertemuan menujukkan tahapan proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dengan materi shooting sepak bola dan dilaksanakan dalam tiga siklus, data-data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif, dengan menggunakan rumus presentase dan rata-rata pada setiap siklus terdiri dari empat langkah yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Hasil penelitian ada 2 indikator aspek ketercapaian yang di ukur dalam penelitian ini dari aspek ketecapaian yang sudah dirumuskan di atas diketahui pada siklus I keterampilan shooting sepak bola menggunakan gaya mengajar inklusi 56.6%, pada siklus II keterampilan shooting sepak bola menggunakan gaya mengajar inklusi 73.3%, pada siklus III keterampilan shooting sepak bola menggunakan gaya mengajar inklusi 86.7, dengan peningkatan hasil belajar belajar shooting sepak bola sebesar 52.9%. Menggunakan gaya mengajar inklusi dapat meningkatkan hasil belajar shooting sepak bola pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Loa Kulu tahun pelajaran 2020/2021