Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rating kredit, profitabilitas (Return on Assets/ROA), inflasi, dan nilai tukar dengan jenis obligasi (green bond dan non-green bond) sebagai variabel moderasi terhadap Yield to Maturity (YTM) obligasi di Indonesia selama periode 2018 sampai dengan tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif kausal komparatif, memanfaatkan analisis regresi data panel tidak seimbang dengan bantuan perangkat lunak statistik. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan emiten, Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bank Indonesia (BI). Hasil analisis menunjukkan ROA berpengaruh signifikan terhadap YTM secara negatif, tetapi pengaruh negatif ini melemah dengan jenis obligasi sebagai variabel moderasi; inflasi berpengaruh signifikan terhadap YTM secara positif, tetapi pengaruh positif ini melemah dengan jenis obligasi sebagai variabel moderasi; nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap YTM secara positif, tetapi pengaruh positif ini melemah dengan jenis obligasi sebagai variabel moderasi; rating tidak berpengaruh signifikan terhadap YTM, dan interaksi rating dengan jenis obligasi tidak dapat diestimasi. Variabel dummy green bond sendiri berpengaruh signifikan terhadap YTM secara positif, mengindikasikan adanya greenium negatif. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk menambah literatur terkait dinamika pembentukan YTM pada green bond dan non-green bond di pasar berkembang, serta menjadi dasar pertimbangan bagi regulator dan investor dalam mengembangkan ekosistem obligasi berkelanjutan yang lebih responsif.