Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi metode yang diterapkan oleh Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Madiun dalam usaha menjangkau jiwa-jiwa tersesat di wilayah Kabupaten Madiun, dengan fokus pada penerapan prinsip "Lima M" dalam penginjilan. Lima M yang dimaksud mencakup: Menyapa, Membina, Melayani, Mengajar, dan Mengutus, yang merupakan pendekatan holistik dalam misi penginjilan yang dijalankan oleh gereja ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara kepada pendeta, pengurus gereja, dan jemaat yang terlibat dalam kegiatan penginjilan. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan observasi terhadap berbagai program dan kegiatan gereja di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Lima M secara konsisten dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat antara gereja dan masyarakat, serta membantu mengatasi tantangan dalam menjangkau jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus. Keberhasilan metode ini juga didorong oleh komitmen gereja dalam memberikan pelatihan kepada jemaat, memanfaatkan teknologi komunikasi untuk menyebarkan Injil, serta mengorganisir kegiatan-kegiatan sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran praktis dan inspirasi bagi gereja-gereja lain dalam mengembangkan strategi penginjilan yang efektif dan relevan dengan konteks lokal.