Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KEBIJAKAN PREVENTIF DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PLAGIARISME TERHADAP DESAIN PRODUK Rahma Melisha Fajrina; Dynia Fitri; Ragga Rizky Malikian
UNES Law Review Vol 5 No 2 (2022): UNES LAW REVIEW (Desember 2022)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v5i2.292

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang bertujuan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan tindak pidana plagiarisme terhadap desain produk terjadi serta kebijakan preventif dalam menanggulangi tindak pidana plagiarisme terhadap desain produk. Hasil dari penelitian ini ialah bahwa terjadinya suatu tindak pidana plagiarisme terhadap desain produk didasari atas beberapa faktor yang diantaranya; faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor perbandingan harga, faktor perkembangan teknologi, faktor konsumen serta faktor pemahman hukum yang dimiliki oleh desainer. Terkait dengan perlindungan atas desain produk, Indonesia telah memiliki regulasinya yakni pada undang-undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri. Akan tetapi, keberadaan undang-undang ini masih belum cukup sehingga bagi penulis perlu beberapa kebijakan yang dapat menanggulangi tindak pidana plagiarisme ini secara preventif, yakni kebijakan preventif dari desainer dan kebijakan preventif dari pemerintah. Kebijakan pecegahan tindakan plagiarisme yang dpaat dilakukan oleh desainer yakni dengan melakukan pembuatan desain yang rumit serta desainer aktif dalam melakukan monitoring atas produknya yang telah beredar di pasaran. Kebijakan selanjutnya dari pemerintah yakni pemeritah dapat melakukan revisi undang-undnag desain industri dan membantu masyarakat UMKM dalam melakukan pendaftaran produk yangdnihasilkan serta membantu pendampingan hukum apabila produk dari UMKM ini diimitasi oleh pihak lain secara ilegal.
Talkpod Program Broadcasting Diversification Program on Net Tv Through Digital Platform Raudhatul Fitri; Rustim; Dynia Fitri; FX. Yatno Karyadi
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 3 No. 2 (2024): Vol. 3 No. 2 2024
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v3i2.427

Abstract

This research is to reveal that broadcasting diversification is an important strategy for television stations in facing the development of broadcasting technology platforms and changes in social media consumption patterns of android-based communities. The "Talkpod" program is one of NET TV's innovations that combines the concepts of talk shows and podcasts, which are then distributed through digital platforms. The research method used is a qualitative method and data collection techniques by conducting interviews, observations, and document studies. This research approach focuses on television program broadcasting strategies in expanding audience reach.The results show that the diversification of broadcasting the "Talkpod" program through digital platforms provides several strategic advantages for Net Tv. First, expanding audience reach, especially among millennials and Gen Z who are more active on digital platforms. Second, increasing interaction and engagement with the audience through interactive features offered by digital platforms. Third, opening up new opportunities for monetization through digital advertising and collaboration with various brands.
PERAN ASISTEN EDITOR DALAM WORKFLOW PASCAPRODUKSI UNTUK MEWUJUDKAN KESINAMBUNGAN NARATIF FILM BUNGA DI SUPER 8MM STUDIO JAKARTA SELATAN Sriwahyuni; Dynia Fitri
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asisten editor dalam workflow pascaproduksi film Bunga di Super 8mm Studio Jakarta Selatan, khususnya dalam mewujudkan kesinambungan naratif. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus pada kegiatan magang yang dilaksanakan selama tiga bulan. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap proses pascaproduksi, dokumentasi kegiatan, serta wawancara informal dengan editor utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asisten editor memiliki peran penting tidak hanya dalam aspek teknis seperti pengelolaan file, sinkronisasi gambar dan audio, serta penyusunan timeline, tetapi juga dalam menjaga kontinuitas narasi visual. Keterampilan manajerial dan pemahaman terhadap struktur cerita menjadi faktor utama dalam mendukung ritme serta kesinambungan emosi antaradegan. Dengan demikian, peran asisten editor terbukti krusial dalam menjaga integritas alur cerita dan memastikan hasil akhir film selaras dengan visi sutradara.
Offline Editor Pada Film Tak Ingin Usai Di sini Di Ritme Story Teller Jakarta Wisnu Erlangga; Herry Sasongko; Dynia Fitri
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.751

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan dan mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam bidang penyuntingan film melalui kegiatan magang profesional di Ritme Storyteller Jakarta. Dalam proyek film “Tak Ingin Usai di Sini”, mahasiswa berperan sebagai offline editor yang bertanggung jawab dalam tahap pascaproduksi, meliputi pengorganisasian materi, penyusunan alur cerita, hingga finalisasi hasil editing. Kegiatan ini menggunakan metode praktik langsung, observasi, dan evaluasi hasil kerja di bawah bimbingan editor profesional. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan teknis mahasiswa dalam penyuntingan, manajemen waktu, dan komunikasi profesional di lingkungan kerja industri kreatif.
Lighting Intern Pada Produksi Film Night Shift For Cuties Bersama Warna Global Surya Lighting & Grip Didi Rayyo Rantous; Hery Sasongko; Dynia Fitri
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.752

Abstract

Abstrak ini memberikan gambaran singkat tentang magang pengembangan profesi sebagai Lighting Intern selama produksi film Night Shift for Cuties. Tujuan dari program ini adalah untuk menerapkan pengetahuan teoritis tentang pencahayaan dan videografi yang diperoleh selama studi di universitas ke dalam lingkungan industri film profesional yang nyata, sehingga dapat mengembangkan keterampilan teknis (hard skill) dan non-teknis (soft skill). Metodologi yang digunakan melibatkan partisipasi langsung dalam proses produksi film, mulai dari perencanaan pra-produksi hingga eksekusi di lokasi shooting, di bawah bimbingan gaffer dan kru pencahayaan di PT. Warna Global Surya. Hasilnya mencakup perolehan pengalaman praktis dalam memasang dan mengoperasikan peralatan pencahayaan profesional, memahami alur kerja produksi skala besar, dan mengembangkan keterampilan pemecahan masalah untuk mengatasi tantangan teknis dan lingkungan, seperti kondisi cuaca yang buruk. Laporan ini menyimpulkan bahwa magang ini sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan praktik industri, serta memberikan wawasan yang tak ternilai mengenai peran teknis dan artistik dari departemen pencahayaan dalam menciptakan atmosfer visual sebuah film.
Lighting Intern Pada Produksi Film Tinggal Meninggal Bersama Production House Cerita Film Taufik Akbar; Herry Sasongko; Dynia Fitri
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.802

Abstract

Kegiatan Riset dan Pengembangan Profesi merupakan media bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi akademik ke dalam dunia kerja nyata, khususnya pada industri film yang memiliki alur kerja profesional dan kolaboratif. Pada kegiatan ini, penulis melaksanakan magang sebagai Lighting Man dalam produksi film Tinggal Meninggal yang diproduksi oleh Imajinari bersama Cerita Film. Magang berlangsung dari 12 Februari hingga 12 Maret 2025 dan mencakup keterlibatan langsung dalam tahapan pra-produksi, produksi, hingga evaluasi teknis di lokasi pengambilan gambar. Tugas utama penulis meliputi persiapan dan pengecekan peralatan pencahayaan, pemasangan lampu sesuai kebutuhan adegan, pengoperasian perlengkapan Lighting, serta menjaga konsistensi estetika pencahayaan yang telah ditetapkan oleh gaffer dan asisten gaffer. Selama pelaksanaan magang, penulis menghadapi beberapa kendala seperti proses adaptasi terhadap ritme kerja produksi film berskala besar, pemahaman istilah teknis baru dalam bidang pencahayaan profesional, serta keterbatasan pengalaman dalam mengoperasikan peralatan yang sebelumnya belum pernah digunakan. Berbagai kendala tersebut diatasi melalui komunikasi aktif dengan kru, observasi yang berkelanjutan, serta inisiatif untuk bertanya dan mempelajari peralatan secara langsung di lapangan. Melalui pengalaman ini, penulis memperoleh peningkatan kemampuan teknis dalam tata cahaya sinematografi, pemahaman workflow produksi film, serta pengembangan soft skills seperti komunikasi, kerja tim, dan kedisiplinan. Kegiatan magang ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga memperkuat kesiapan penulis untuk memasuki industri film profesional, khususnya di departemen pencahayaan yang memegang peran penting dalam membangun mood dan visual cerita dalam sebuah film.
CAMERA MOVEMENT DALAM MENUNJUKKAN KONDISI KARAKTER TOKOH UTAMA PADA FILM “HOME SWEET LOAN” KARYA SABRINA ROCHELLE KALANGIE Chintia Aldama Fitri; Dynia Fitri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/vcjddt09

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan camera movement dalam menunjukkan kondisi karakter tokoh utama Kaluna pada film Home Sweet Loan (2024) karya Sabrina Rochelle Kalangie. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji bagaimana pergerakan kamera berfungsi sebagai alat naratif visual dalam mengekspresikan dimensi fisiologis, sosiologis, dan psikologis tokoh utama yang merepresentasikan fenomena sandwich generation. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis complex shot berdasarkan teori Grammar of the Edit (Thompson & Bowen) dan teori karakter tiga dimensi Lajos Egri. Data diperoleh melalui observasi visual terhadap 14 scene kunci, wawancara dengan Director of Photography Ivan Anwal Pane, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa camera movement digunakan secara strategis dan bermotivasi naratif: teknik handheld dan static shot banyak dipakai untuk menggambarkan tekanan psikologis dan keterisolasian Kaluna, sementara tracking shot dan pan yang dinamis merepresentasikan kebebasan dan dukungan sosial saat ia bersama teman. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pergerakan kamera tidak hanya berfungsi estetis, tetapi juga menjadi bahasa visual yang kritis dalam membangun empati penonton dan menyampaikan kompleksitas konflik generasi sandwich. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan wacana sinematografi naratif, khususnya dalam kaitannya dengan konstruksi karakter dan penyampaian isu sosial melalui medium film.
Peran Production Assistant Dalam Produksi Iklan Di PT. Seven Sunday Films Wahyu Kurniawan; Hery Sasongko; Dynia Fitri
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan implementasi kompetensi seorang Production Assistant (PA) selama program magang Riset dan Pengembangan Profesi di PT. Seven Sunday Films, Jakarta. Program ini dilaksanakan untuk mengaplikasikan ilmu perkuliahan ke dalam dunia kerja nyata, khususnya pada bidang Produksi Film dan Iklan, serta membangun mentalitas profesional mahasiswa. Kegiatan magang dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan, yaitu dari 20 November 2024 hingga 20 Januari 2025. Metodologi yang digunakan adalah observasi partisipatif dan keterlibatan langsung sebagai Production Assistant dalam proses produksi iklan, khususnya proyek Income Complete Life Source (ICLS). Hasilnya menunjukkan bahwa peran PA sangat krusial dalam mendukung kelancaran proses produksi dari awal hingga akhir, mencakup tanggung jawab logistik, teknis, survei lokasi, hingga rekapitulasi biaya. Pengalaman ini menyimpulkan bahwa magang di PT. Seven Sunday Films memberikan bekal yang komprehensif dan aplikatif untuk membangun fondasi karier di industri kreatif.
Sound Utility Series Algojo : Di Balik Tata Suara Film Screenplay Sinema Jakarta Muhammad Iqbal; Hery Sasongko; Dynia Fitri
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.839

Abstract

Tata suara merupakan unsur penting dalam produksi film yang berperan dalam membangun narasi, atmosfer, dan kualitas audio-visual. Salah satu posisi yang berkontribusi dalam proses tata suara adalah sound utility, yang bertugas mendukung kesiapan teknis dan kelancaran produksi suara di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan alur kerja sound utility dalam produksi tata suara film di Screenplay Sinema Film Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi selama pelaksanaan kerja praktik, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di Screenplay Sinema Film Jakarta dengan waktu penelitian menyesuaikan periode kerja praktik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sound utility berperan penting dalam persiapan peralatan audio, penempatan mikrofon, pemantauan kualitas suara selama pengambilan gambar, serta pengelolaan data audio untuk kebutuhan pascaproduksi. Meskipun menghadapi berbagai kendala teknis dan situasional di lapangan, sound utility mampu menjaga kualitas suara melalui koordinasi tim dan profesionalisme kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sound utility merupakan bagian integral dalam sistem produksi tata suara film yang berkontribusi langsung terhadap kualitas sinematik film.
Production Assistant Pada Program Televisi Info Plus (The One) Di Metro TV Ari Oktavian; Herry Sasongko; Dynia Fitri
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.840

Abstract

Kegiatan Kerja Profesi ini dilaksanakan di Metro TV sebagai bentuk riset dan pengembangan profesi mahasiswa Program Studi Televisi dan Film Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Pengabdian ini berfokus pada peran Production Assistant (PA) dalam program televisi Info Plus (The One) yang diproduksi oleh Departemen Media Service Metro TV. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memahami alur kerja produksi televisi secara profesional melalui keterlibatan langsung pada tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, praktik kerja langsung, serta dokumentasi kegiatan produksi selama periode November 2024 hingga Januari 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peran Production Assistant sangat krusial dalam menjaga kelancaran produksi, khususnya dalam aspek koordinasi kru, pengelolaan administrasi produksi, pengawasan durasi, serta pendokumentasian tayangan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keterampilan teknis, manajerial, dan komunikasi mahasiswa, sekaligus memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan industri penyiaran. Dengan demikian, Kerja Profesi ini menjadi sarana efektif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tuntutan industri televisi.