Annisa Lazuardina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS STAKEHOLDER DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DESA WISATA PANUNDAAN CIWIDEY KABUPATEN BANDUNG Annisa Lazuardina; Suhirman, Suhirman
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 5: Desember 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i5.664

Abstract

Desa Wisata Panundaan terletak di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Desa ini telah ditetapkan sebagai desa wisata sejak 2011. Namun, pada perbaharuan SK Bupati tentang desa wisata di tahun 2022 lalu, Desa Wisata Panundaan berstatus di kategori berkembang. Selama 11 tahun keberadaannya, Desa Wisata Panundaan mengalami stagnasi dalam pengembangan wilayah wisatanya. Oleh karena itu, upaya pemerintah saat ini untuk memajukan pariwisata menjadi prioritas, karena inisiatif dan inovasi dalam pengembangan desa wisata dianggap penting. Dalam konteks ini, penulis akan menganalisis pengembangan Desa Wisata Panundaan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam proses penelitian ini, penulis mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di Desa Wisata Panundaan. Salah satu kendala utamanya adalah ketidaksinergisan stakeholder yang memiliki tingkatan kepentingan dan pengaruh tertentu. Oleh karena itu, diperlukan analisis stakeholder untuk mengidentifikasi serta memetakan berbagai aktor yang memiliki peran, kepentingan, dan pengaruh. Tujuan akhir dari analisis stakeholder ini adalah merekomendasikan peran-peran stakeholder yang seharusnya berperan aktif dalam pengembangan Desa Wisata Panundaan, serta menggambarkan alur koordinasi antar stakeholder yang seharusnya terjadi dalam pengembangan Desa Wisata Panundaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif secara kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara (in-depth interview) dan studi literatur. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan metode analisis stakeholder.
Integrasi Ekowisata dan Community-Based Tourism (CBT) dalam Pengelolaan Berkelanjutan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna Zaki Alif Ramadhani; Annisa Lazuardina; Nadya Mutiara Yasin; Rizky Ja'far Sodig
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v5i1.6907

Abstract

Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna is a coastal ecotourism destination managed through a community-based approach that successfully integrates environmental conservation with local empowerment. This study aims to analyze the application of ecotourism and community-based tourism (CBT) principles in the area and assess their contribution to ecological and economic sustainability. The findings indicate that the restoration of mangroves, coral reefs, and coastal ecosystems is directly supported by strict visitor management, carrying-capacity regulation, and the reinvestment of tourism revenue into conservation programs. Field evidence reveals that ecological improvements have led to increased fish catches, improved freshwater availability, enhanced soil fertility, and reduced environmental risks for surrounding communities. Economically, CMC has experienced increasing revenue trends from 2022 to 2024, with profits fully reinvested into conservation and community operations. The integration of ecotourism and CBT principles is reflected in strong community participation in decision-making, financial transparency, equitable benefit distribution, and the development of local capacities in conservation and tourism services. Overall, CMC Tiga Warna demonstrates that a community-based management model can effectively support ecotourism objectives while enhancing the well-being and resilience of coastal communities.