Zul Fadhli Al Alim
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MENURUT KH.AHMAD DAHLAN DAN KH.MAS MANSUR Zul Fadhli Al Alim; Mutohharun Jinan; Ari Anshori
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 8: Maret 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i8.754

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap pemikiran KH.Ahmad dan KH.Mas Mansur dalam memandang nilai-nilai pendidikan Islam. Hasil dari pemikiran kedua tokoh tersebut membuat organisasi Muhammadiyah bisa berkembang pesat dan maju terutama karena nilai-nilai pendidikan islam modern yang dikembangkannya. Nilai Pendidikan Islam sangat penting dalam mendidik pribadi-pribadi yang sesuai dengan pedoman hidup di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Pengembangan pembelajaran pendidikan agama di sekolah sangat diperlukan mengingat pendidikan agama diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan terkait krisis akhlak dan moral peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk :1) Mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan Islam menurut KH.Ahmad Dahlan.2) Mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan Islam. 3) mendeskripsikan persamaan dan perbedaan konsep nilai pendidikan Islam menurut KH.Ahmad Dahlan dan KH.Mas Mansur. penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif deskriptif karena data yang diperoleh berupa tulisan,kata-kata,gambar,foto dengan jenis studi pustaka (library reseacch) dengan cara menghimpun,mengkaji dan menelaah data,dokumen atau karya berkaitan dengan objek penelitian. Hasil Penelitian konsep yang dibangun mengenai tentang pendidikan islam menurut KH.Ahmad Dahlan adalah tentang kesempurnaan budi pekerti yang lahir dalam diri manusia itu sendiri. Nilai pendidikan islam diantaranya nilai tentang budi pekerti (akhlak), nilai tentang sosial dan nilai kemasyarakatan. Dalam implementasi pengalaman nilai pendidikan, hal pokok yang perlu dijalankan adalah dengan metode pemberian keteladananan sebagai pembelajaran uswah hasanah pada manusia. Sedangkan menurut KH.Mas Mansur konsep nilai pendidikan adalah bagaimana manusia itu tidak boleh angkuh ketika sudah mendapatkan ilmu dan bisa mengendalikan hawa nafsu. Nilai-nilai pendidikan Islam yang perlu dipelajari adalah tentang pendidikan sosial keagamaan dan pendidikan akhlah. Nilai-nilai pendidikan Islam yang diterapkan KH.Mas Mansur dengan melakukan melakukan gerakan ta’awun (tolong-menolong) dengan memperhatikan anak yatim dan orang-orang miskin,membuat balai kesehatan dan membentuk persatuan juru rawat Muhammadiyah.
Smartboard-Mediated CSCL Scripts to Improve Oral Communication in Eastern Indonesia: A Quasi-Experimental Study Kaharuddin; Sitti Hajar; Zul Fadhli Al Alim; Kaharuddin, Andi; Tulak, Topanus; Susilo , Ganjar; Pradhan , Devasis
Information Technology Education Journal Vol. 5, No. 2, May (2026)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v5i2.263

Abstract

Purpose – This study aims to challenge the "hardware fallacy" by investigating how a structured Computer-Supported Collaborative Learning (CSCL) intervention can mediate smartboard affordances to enhance oral communication skills among junior high school students in Eastern Indonesia, a context characterized by teacher-centered instruction and student speaking anxiety. Design – A quasi-experimental non-equivalent control group design was employed with 64 eighth-grade students from two intact classes (n = 32 each) assigned to conditions; analyses treated students as individuals. The control group (n=32) used smartboards for teacher-centered presentations, while the experimental group (n=32) participated in an eight-week CSCL intervention involving collaborative sorting, visual debate mapping, and interactive presentation tasks. Oral communication performance was assessed using a validated analytic rubric with excellent inter-rater reliability (ICC = .87). Findings – ANCOVA revealed a statistically significant effect of the intervention on post-test communication scores F (1,61) = 109.65, p < .001, partial η² = .642), with the most pronounced gains in communicative confidence (partial η² = .712). Qualitative observations showed 88% of experimental students physically interacting with the smartboard, with a recurrent pattern of non-verbal manipulation preceding verbal justification, indicating cognitive offloading. Research implications – The quasi-experimental design and single-school setting limit generalizability, and the 8-week duration cannot confirm long-term sustainability. However, findings provide empirical evidence for the necessity of pedagogical redesign alongside technology investment to bridge the second-level digital divide. Originality – This study advances CSCL research by specifying mechanisms (shared visual anchoring, embodied offloading) through which smartboard affordances are pedagogically engineered to address cultural barriers in under-resourced Southeast Asian classrooms, offering a replicable intervention model for similar contexts. Replication materials are available in the online supplement.