Gultom, Patar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sintaksis Galatia 3 : 10 - 14 terhadap Doktrin Pembenaran oleh Iman Gultom, Patar
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1: November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v1i1.1

Abstract

Perdebatan teologis tentang Doktrin Pembenaran meskipun lebih intens terjadi di masa lalu  tetapi tidak bisa hilang di setiap zaman. Hal ini dikarenakan spirit legalisme dalam diri manusia selalu hadir dan pemahaman ala Pelagianisme maupun Semi Pelagianisme akan selalu tumbuh dan berkembang di setiap masa. Di tengah adanya perdebatan tafsir maka studi eksegetikal dengan menggunakan analisis sintaksis terhadap teks dalam bahasa asli ( Yunani koine ) selalu dibutuhkan untuk melandasi kokohnya suatu doktrin. Teks Galatia 3 : 10 – 14  adalah salah satu dari sekian banyak perikop yang baik dan jelas menegaskan doktrin pembenaran oleh iman, maka dengan dukungan analisis sintaksis yang menganalisa berbagai bentuk kata dan struktur kalimat dalam teks, didapatkan pengertian dan penegasan yang semakin kuat pada konsep pembenaran oleh iman tersebut dengan disertai pendapat para ahli (teolog ) melalui riset literature yang relevan. Hasilnya menegaskan kembali apa yang Alkitab ajarkan, bahwa manusia yang secara natur sudah berada di bawah kutuk hukum Taurat karena dosa tidak bisa dibenarkan karena melakukan kebajikan atau dengan upaya pemenuhan hukum, tetapi hanya dapat dibenarkan oleh/melalui iman semata karena pekerjaan Kristus.
Kesetiaan dan Seksualitas dalam Pernikahan sebagai Penangkal Percabulan Berdasarkan 1 Korintus 7:1-5 Gulo, Wiki Purnama; Harefa, Yaaro; Gultom, Patar
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v3i1.233

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya kesetiaan dan seksualitas dalam konteks perkawinan sebagai upaya pencegahan perbuatan amoral, berdasarkan kajian teologis 1 Korintus 7:1-5. Kajian ini membagikan pesan Paulus yang berhubungan dengan hubungan intim dan menyediakan kebutuhan seksual sebagai ungkapan kasih, komitmen, dan tanggung jawab rohani antara suami dan istri. Pendekatan analitis yang memadukan perspektif tradisional dan kontemporer secara kontekstual dilakukan dengan merujuk pada karya-karya teologis dari berbagai sumber internasional dan Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai kesetiaan dan seksualitas dalam perkawinan, jika didasarkan pada etika Kristen, tidak hanya memperkuat institusi perkawinan tetapi juga berfungsi secara strategis sebagai mekanisme perlindungan terhadap penyimpangan seksual. Dari sudut pandang teologis dan etika, prinsip kesetiaan dan pengakuan bahwa tubuh adalah umpan Roh Kudus menjadikan institusi perkawinan sebagai pelindung terhadap godaan perbuatan amoral. Dengan demikian, perkawinan tidak hanya dipandang sebagai hubungan fisik tetapi juga sebagai hubungan yang memiliki aspek spiritual yang mendalam. Dalam konteks pelatihan gereja, pemahaman rohani yang mendalam dapat mendorong pasangan untuk selalu mengutamakan nilai-nilai kasih dan kesetiaan dalam hubungan mereka. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pasangan suami istri untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan bermakna, serta memberikan panduan bagi konselor pernikahan dalam membantu menghadapi tantangan rumah tangga.