Kholilurohman, Kholilurohman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NEGARA DALAM PERSPEKTIF TAFSIR SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI Kholilurohman, Kholilurohman; Arifin, Zainal
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.440

Abstract

Pemikiran Syeikh Nawawi terkait bela negara tidak sacara khusus tercermin dalam satu pembahasan, baik dalam karya tafsirnya maupun karyanya yang lain. Karya-karya Syeikh Nawawi tidak secara spesifik memuat tema bela negara, namun dapat kita temukan uraian terkait tema tersebut. Jenis penelitian ini adalah library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Sumber data primer penelitian adalah literatur kepustakaan, utamanya Tafsîr al-Munîr li Ma‘âlim al-Tanzîl al-Musammâ Marâḫ Labîd li Kashfi Ma’na al-Qur’ân al-Majîd. Data yang terkumpul dibahas secara mendalam dan dianalisis dengan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran Syeikh Nawawi terhadap ayat-ayat bela Negara, setidaknya tercermin dalam tujuan akhir yang hendak dicapai oleh suatu negara, yaitu terwujudnya “baldah ṭayyibah”. Melihat terminologi yang menunjukkan makna “Negara” dalam al-Qur’an, setidaknya terdapat tujuh hal yang harus dipenuhi untuk mewujudkan “Baldat ṭayyibah”, yaitu: keamanan, kemakmuran atau kesejahteraan, keimanan, keadilan, pemerataan, persatuan, iḫsân. Apabila ketujuh hal tersebut sudah terpenuhi, maka sebuah negara dapat dikatakan sebagai “Baldat ṭayyibah”. Sementara dalam tataran aplikatif, bela negara dapat diwujudkan dalam bentuk menjaga persatuan, cinta tanah air, patriotisme, pluralisme atau keberagaman, kebebasan atau kemerdekaan.
PENGUATAN PEMBELAJARAN KONSEP BERKAH DALAM TIMBANGAN AL-QUR'AN DI SMA NEGERI 6 KOTA TANGERANG SELATAN Tahir, M. Suaib; Satiri , Iwan; Slamet , Teguh P; Zuhri , Saifudin; Zulfa , Siti Eva; Kholilurohman, Kholilurohman
MADANI Abdimas : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): MADANI Abdimas | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tabarruk atau ngalap berkah adalah kata yang tidak asing bagi masyarakat Jawa dan Indonesia. Banyak kaum muslimin tidak memahami tabarruk yang sesuai dan tidak sesuai dengan syariat. Mereka berbondong-bondong ke tempat keramat yang dianggap punya berkah seperti kuburan wali, gua, pemandian, pohon, sendang (telaga) dan sebagainya. Amalan dan doa yang dipanjatkan di tempat-tempat tersebut bernuansa Islam. Padahal seringkali amalan-amalan di tempat tersebut merupakan wajah lain kesyirikan. Karena itu, penting untuk meneliti ayat-ayat yang berkaitan dengan berkah untuk mendudukkan persoalan tentang berkah pada jalan yang lurus.Hasil penelaahan menunjukkan bahwa Allah swt pemilik segala keagungan merupakan satu-satunya sumber berkah. Berpedoman pada Al Qur'an, maka akan mendapatkan keberkahan baik di dunia maupun di akhirat. Berkah pada suatu negeri turun jika penduduknya beriman dan hidup rukun dan damai. Dan berkah pada baitullah terkait dengan spiritual dan cara praktis secara sains untuk menentukan arah kiblat. Berkah pada laitatul qadr dan Isra’ Mikraj dikaji secara spiritual dan sains modern berupa perlindungan dalam perjalanan cahaya pada Rasulullah saw.Sedangkan berkah pada buah-buahan terkait erat dari manfaatnya untuk mencegah berbagai penyakit mulai penyakit jantung hingga kanker. Sedangkan keberkahan Bumi dan air terkait erat dengan posisi Bumi di Habitable Zone (Kawasan Layak Huni). Berkah pada perbuatan baik terkait manfaat ucapan salam dan silaturahmi sebagai salah satu dari bentuk pendidikan karakter. Sedangkan berkah pada manusia yaitu berkah pada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Nabi Nuh dan pengikutnya, Nabi Isa as, dan Nabi Musa as