p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Industri
Rusliyandi, Rusliyandi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Produk Cacat Scratch Pada Proses Perakitan Di PT. PIN Dengan Metode DMAIC: Analisis Produk Cacat Scratch Pada Proses Perakitan Di PT. PIN Dengan Metode DMAIC Bachri, Muhammas Rafi Faizal; Mukhlisin, Mukhlisin; Fauzi, Rian; Rusliyandi, Rusliyandi
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 01 (2025): JURNAL TEKNIK INDUSTRI : MEI 2025
Publisher : DPPM UNIVERSITAS PELITA BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jutin.v6i01.5436

Abstract

Dalam industri manufaktur otomotif, kualitas produk termasuk penampilan, merupakan fokus utama untuk memenuhi permintaan pelanggan. Penelitian ini dilakukan di PT. PIN, sebuah perusahaan komponen otomotif. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses produksi dengan mengurangi cacat produk. Khususnya goresan selama proses perakitan. Tingkat kecacatan yang tinggi tidak hanya menyebabkan kerugian finansial karena biaya pengerjaan ulang dan pembuangan, tetapi juga berdampak pada kepuasan pelanggan dan reputasi perusahaan. Dengan menggunakan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi akar permasalahan, menganalisa faktor penyebab, dan mengimplementasikan solusi untuk meningkatkan kualitas produk. Fase define mengidentifikasi bahwa model A menunjukkan tingkat cacat tertinggi dibandingkan dengan model lainnya, dengan goresan menjadi jenis cacat yang dominan. Pada fase measure, analisis menggunakan diagram Pareto dan pemetaan area menunjukkan bahwa cacat ini terutama terjadi di zona produk tertentu. Melalui fase analyze, dengan menggunakan fishbone diagram, ditemukan bahwa penyebab utama cacat terkait dengan metode kerja dan kondisi alat yang digunakan. Pada tahap improve, berbagai perbaikan dilakukan, termasuk memasang stopper untuk mencegah benturan alat terhadap produk, memperpendek dan menumpulkan alat ukur, serta menambahkan lapisan anti gores pada komponen logam.Solusi ini berhasil mengurangi tingkat cacat awal. Secara keseluruhan, rasio cacat di lini produksi berkurang secara signifikan, mencapai target perusahaan. Fase kontrol memastikan keberlanjutan perbaikan melalui revisi standar alat produksi dan pelatihan karyawan. Studi ini menunjukkan bahwa metode DMAIC merupakan pendekatan yang efektif untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah kualitas di sektor manufaktur dan dapat diterapkan pada lini produksi lainnya untuk meningkatkan kualitas secara keseluruhan. Keywords: DMAIC methode, Reduce defect scratch, PT. Penstone Auto Indonesia.
Implementasi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada PT. Jtekt Indonesia Jawa Barat dalam Meningkatkan Produktivitas Pekerja Bachri, M. Ravi Faizal; Mukhlisin, Mukhlisin; Fauzi, Rian; Rusliyandi, Rusliyandi
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 02 (2025): JURNAL TEKNIK INDUSTRI : NOVEMBER 2025
Publisher : DPPM UNIVERSITAS PELITA BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jutin.v6i02.5435

Abstract

This research aims to examine the implementation of the occupational safety and health (K3) program at PT Jtekt Indonesia, as well as identifying the obstacles faced in implementing the program, This research focuses on the efforts made to overcome various obstacles, used qualitative descriptive, data collection uses observation, interviews and documentation. This research involved several key informants who contributed valuable insights. namely the head of the Safety, Health and Environment (SHE) member who is an K3 expert, as well as three SHE members and employees from the product warehouse section as additional informants. This study employs an interactive model analysis approach. The findings indicate that the implementation of K3 program at PT Jtekt Indonesia has had a positive impact on work productivity. Through interviews conducted, there was an productivity 15.41% compared to before the WISE program was implemented in the company. Programs implemented include: (1) K3 development through proactive communication methods, training and motivation; (2) Supervision using behavioral safety audit methods and work accident reporting; (3) Provision of K3 facilities and equipment, including toilets, employee changing rooms, locker rooms, first aid boxes, canteens, cooperatives, rest areas, polyclinics, and personal protective equipment (PPE).However, there are several obstacles in implementing K3, such as a lack of employee awareness in using PPE and low employee understanding of the importance of K3. To overcome these obstacles, the company made various efforts, including providing safety orientation, training and retraining, counseling, as well as providing written and verbal warnings balanced with strict supervision from management.