Hutagalung, Maria Belen br.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Otoriter Terhadap Kemandirian Emosional Pada Mahasiswa Batak Perantau di Kota Medan Hutagalung, Maria Belen br.; Ambarita, Togi Fitri Afriani
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v3i3.1073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan mengenai Hubungan Pola Asuh Otoriter Terhadap Kemandirian Emosional Pada Mahasiswa Batak Perantau Di Kota Medan. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari penelitian terhadap 353 responden individu dewasa awal yang aktif bermain game online di Indonesia, dapat dirangkum beberapa poin penting sebagai berikut:Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa semakin tinggi pola asuh otoriter yang dialami responden, maka semakin rendak kemandirian emosional Meskipun kekuatan hubungan tersebut tergolong rendah (koefisien -0,142), hubungan ini tetap signifikan secara statistik (p < 0,01).Data deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori pola asuh otoriter sedang (91,1%) dan hanya 8,3% yang memiliki kemandirian emosional tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pola asuh otoriter tidak diterapkan secara ekstrem, kontrol yang masih cukup tinggi dari orang tua tetap dapat membatasi perkembangan kemandirian emosional anak. Rendahnya persentase kemandirian emosional tinggi mengindikasikan bahwa pola asuh otoriter, meski sedang, tetap berdampak terhadap kemampuan individu dalam mengelola emosi dan mengambil keputusan secara mandiri.Proporsi pola asuh otoriter dengan kemandirian emosinal berbeda berdasarkan jenis kelamin, usia, Alamat domain, jurusan universitas dan semester. Perempuan cenderung mendapatkan pola asuh otoriter tinggi lebih banyak dibanding laki-laki, sementara pria dan wanita keduanya menunjukkan dominasi kemandirian emosional yang rendah. Usia 23 tahun memiliki proporsi pola asuh otoriter tinggi terbesar, konsisten dengan fase emerging adulthood. Secara geografis, Rantau Prapat dan Pekan Baru menunjukan dominasi Tingkat Pola asuh otoriter dan kemandirian emosional