Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GEOMETRI DAN FRAGMENTASI BATUAN HASIL PELEDAKAN MENGGUNAKAN METODE KUZ-RAM Wulandari, Septi Wulandari; Muhammad Fadil Bellico; Dedy Yuli Ariadi
Retii 2024: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-19 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blasting is one of stage from mining activities aimed at destroying rock to facilitate the process of stripping overburden. One measure of the success of a blasting is the level of uniformity of the rock resulting from the explosion or fragmentation. The target for rock fragmentation resulting from blasting at PT. X, the target for rocks measuring more than 50 cm is less than 15%. Changes in blasting geometry were carried out by trial to a load size of 5.5 meters, a spacing of 5.5 meters, a depth of 5 meters, and a square zig zag drilling pattern resulting in an estimated size of rock fragmentation over 50 cm of 10.78% based on the Kuz-Ram method. Based on these simulations and estimates applied to blasting carried out over a period of 1 month, the results obtained were fragmentation with a material size of more than 50 cm of 9.92%. These results meet the company's targets and are in line with Kuz-Ram's estimates with an estimation accuracy of 92.02%.
ANALISIS INCREMENTAL PIT EXPANSION BERDASARKAN NILAI NET PRESENT VALUE (NPV) UNTUK PENENTUAN PIT LIMIT PADA TAMBANG BATUBARA SEPTI WULANDARI; Muhammad Fadil Bellico
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.415

Abstract

Penentuan batas akhir penambangan (ultimate pit limit) merupakan tahapan penting dalam perencanaan tambang terbuka untuk memperoleh nilai ekonomi maksimum dari suatu endapan batubara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pit limit optimal berdasarkan analisis nilai Net Present Value (NPV) dari beberapa skenario penambangan (incremental pit). Parameter ekonomi yang digunakan meliputi biaya operasional, harga jual batubara berdasarkan Harga Batubara Acuan (HBA) sebesar US$ 81,5/ton, dan royalti sesuai dengan aturan pemerintah yang berlaku sesuai Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2025 sebesar 11,5%. Analisis dilakukan pada lima skenario pit dengan stripping ratio (SR) berkisar antara 9,50 hingga 13,38. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa peningkatan volume batubara yang ditambang dari PIT-1 hingga PIT-3 diikuti oleh peningkatan nilai NPV, sedangkan setelah PIT-3 nilai NPV cenderung menurun. Nilai NPV tertinggi diperoleh pada PIT-3 sebesar US$ 11,14 juta dengan produksi batubara sebesar 1,014 juta ton dan SR 11,64 bcm/t. Dengan demikian, PIT-3 ditetapkan sebagai pit limit optimal yang memberikan nilai ekonomi maksimum pada tingkat diskonto (discount rate) sebesar 14%.