Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Literatur Review Optimasi Jarak Lubang Bor dengan Metode Drill Hole Spacing Analysis (DHSA) dan Metode Drill Hole Spacing Optimization with Conditional Simulations Septi Wulandari
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3195

Abstract

Kegiatan eksplorasi merupakan kegiatan yang pasti dilakukan sebelum aktivitas penambangan dimulai. Pada tahap ini dilakukan pengeboran yang bertujuan untuk mendapatkan data yang akan digunakan dalam klasifikasi sumberdaya dan cadangan. Pengeboran membutuhkan biaya tinggi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan tingkat keyakinan yang tinggi sebelum melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode dalam menentukan jarak bor optimum, sehingga diperoleh tingkat keyakinan tinggi dalam estimasi dan klasifikasi sumberdaya dengan biaya yang efisien berdasarkan studi literatur dari penelitian yang sudah ada sebelumnya. Hasil yang diperoleh adalah terdapat dua metode dalam analisis jarak lubang bor yaitu (a) Drill Hole Spacing Analysis (DHSA) dan (b) Drill hole spacing optimization with conditional simulation. DHSA diperhitungkan dengan metode Global Estimation Variance atau GEV, sedangkan metode conditional simulation dengan dua pendekatan utama yaitu Turning Bands Metode (TBM) dan Sequential Gaussian Simulation (SGS).
GEOMETRI DAN FRAGMENTASI BATUAN HASIL PELEDAKAN MENGGUNAKAN METODE KUZ-RAM Wulandari, Septi Wulandari; Muhammad Fadil Bellico; Dedy Yuli Ariadi
Retii 2024: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-19 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blasting is one of stage from mining activities aimed at destroying rock to facilitate the process of stripping overburden. One measure of the success of a blasting is the level of uniformity of the rock resulting from the explosion or fragmentation. The target for rock fragmentation resulting from blasting at PT. X, the target for rocks measuring more than 50 cm is less than 15%. Changes in blasting geometry were carried out by trial to a load size of 5.5 meters, a spacing of 5.5 meters, a depth of 5 meters, and a square zig zag drilling pattern resulting in an estimated size of rock fragmentation over 50 cm of 10.78% based on the Kuz-Ram method. Based on these simulations and estimates applied to blasting carried out over a period of 1 month, the results obtained were fragmentation with a material size of more than 50 cm of 9.92%. These results meet the company's targets and are in line with Kuz-Ram's estimates with an estimation accuracy of 92.02%.
The Slope Stability Analysis of Highwall under the Influence of Mining Infrastructure in the Optimization Plan of Coal Mining Wulandari, Septi Wulandari; Hartawi Riskha
Retii 2025: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-20 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian kestabilan lereng pada sisi highwall pada tambang batubara PT. X dilakukan dalam rangka mendukung rencana optimalisasi penambangan seam M dan N agar diperoleh cadangan batubara secara lebih efisien tanpa mengurangi faktor keselamatan tambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh keberadaan settling pond terhadap kestabilan lereng highwall serta menentukan kelayakan desain geometri lereng yang diajukan. Analisis dilakukan menggunakan data geoteknik berupa sifat fisik dan mekanik batuan, kondisi bidang diskontinuitas, serta parameter massa batuan berdasarkan metode Rock Mass Rating (RMR) dan kriteria kekuatan Hoek–Brown. Nilai Faktor Keamanan (FK) dan Probabilitas Kelongsoran (PK) dianalisis pada kondisi dinamis dengan mempertimbangkan percepatan seismik sebesar 0.08 g dan muka air tanah berada pada 80–85% dari tinggi lereng. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai FK minimum pada kondisi dinamis adalah 1.072 dengan PK sebesar 2.608%, yang masih berada di atas batas aman sesuai Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Hal ini menandakan bahwa lereng highwall berada dalam kondisi stabil, dan keberadaan settling pond tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kestabilan global. Dengan demikian, rancangan lereng hasil desain optimalisasi dapat diterapkan secara aman dalam kegiatan operasional tambang.
ANALISIS INCREMENTAL PIT EXPANSION BERDASARKAN NILAI NET PRESENT VALUE (NPV) UNTUK PENENTUAN PIT LIMIT PADA TAMBANG BATUBARA SEPTI WULANDARI; Muhammad Fadil Bellico
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.415

Abstract

Penentuan batas akhir penambangan (ultimate pit limit) merupakan tahapan penting dalam perencanaan tambang terbuka untuk memperoleh nilai ekonomi maksimum dari suatu endapan batubara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pit limit optimal berdasarkan analisis nilai Net Present Value (NPV) dari beberapa skenario penambangan (incremental pit). Parameter ekonomi yang digunakan meliputi biaya operasional, harga jual batubara berdasarkan Harga Batubara Acuan (HBA) sebesar US$ 81,5/ton, dan royalti sesuai dengan aturan pemerintah yang berlaku sesuai Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2025 sebesar 11,5%. Analisis dilakukan pada lima skenario pit dengan stripping ratio (SR) berkisar antara 9,50 hingga 13,38. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa peningkatan volume batubara yang ditambang dari PIT-1 hingga PIT-3 diikuti oleh peningkatan nilai NPV, sedangkan setelah PIT-3 nilai NPV cenderung menurun. Nilai NPV tertinggi diperoleh pada PIT-3 sebesar US$ 11,14 juta dengan produksi batubara sebesar 1,014 juta ton dan SR 11,64 bcm/t. Dengan demikian, PIT-3 ditetapkan sebagai pit limit optimal yang memberikan nilai ekonomi maksimum pada tingkat diskonto (discount rate) sebesar 14%.