Fuad, Ahmad Jauhar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Agama pada Siswa Muslim dan Non-Muslim di SMAN 1 Tanjunganom Nganjuk Fuad, Ahmad Jauhar
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.794 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v3i1.124

Abstract

Pendidikan agama menjadi kebutuhan dasar bagi siswa. Sekolah berkewajiban memberikan pendidikan agama pada setiap siswa pada semua satuan pendidikan. Tulisan ini mengangkat (1) urgensi pendidikan agama bagi siswa, (2) landasan dan aspek yang mendungkung pelaksanaan pendidikan agama, dan (3) implementasi pendidikan agama pada siswa muslim dan non-muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan; (1) pendidikan agama sangat penting bagi siswa muslin atau pun non-muslim. Agama menjadi petunjuk bagi para penganutnya, dengan belajar agama kehidupan siswa lebih terarah, (2) keberdaan undang-undang menjadi landasan yuridis bagi pelaksanaan kebijakan pendidikan agama. Aspek yang mendukung pelaksanaan pendidikan agama yakni: guru yang professional; sarana dan prasarana; buku di perpustakaan; kegiatan salat berjamaah dan salat Jumat; dan peringatan hari besar Islam, (3) implementasi pendidikan Agama berjalan dengan baik. Siswa muslim belajar agama pada jam yang sudah terjadwalkan, sedangkan siswa non muslim belajar agama pada hari Jumat, di saat siswa muslim melaksanakan salat Jumat. Dari 11 siswa mereka belajar dalam satu ruangan yang sama, sehingga dalam prakteknya hampir sama dengan pembelajaran kelas rangkap. Dalam pelaksanaan pendidikan agama semua guru agama mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan baik. Kata Kunci: Pendidikan Agama, Siswa Muslim dan Non-Muslim, Undang-undang Sisdiknas.
Implementasi Metode Tamyiz Dalam Pembelajaran Baca Kitab Kuning Wildan, Khoirul; fuad, Ahmad Jauhar
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 4 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.275 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v4i1.301

Abstract

Penguasaan ilmu nahwu shorof yang memadai sangat dibutuhkan untuk dapat membaca dan menulis serta menterjemahkan kitab kuning, sedangkan nahwu shorof sedari dulu dianggap sulit untuk mengkonsep dan memahami teorinya dalam pembelajaran yang mudah. Karenanya, ketepatan sebuah metode bahasa arab sangat dibutuhkan. Metode Tamyiz merupakan metode yang praktis untuk pembelajaran terjemah Al-Qur’an dan kitab kuning. Hizbul Kaafi merupakan salah satu lembaga kursus bahasa arab yang menerapakan metode Tamyiz dalam salah satu program pembelajarannya, padahal penerapan metode Tamyiz di sekolah dan di madrasah terbilang jarang. Tulisan ini mengungkap implentasi dan system evaluasi metode Tamyiz dalam pembelajaran baca kitab kuning di Hizbul Kaafi Pare Kediri. Penelitian merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan analisis kualitatif deskriptif, di mana sumber datanya terdiri dari sumber data primer dan sekunder, dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan memverifikasi data. Uji keabsahan datanya menggunakan Uji Credibility dengan bentuk perpanjangan pengamatan, triangulasi, peningkatan kecermatan, analisis kasus negative, dan member check. Hasil penelitian, yaitu: (1) Pelaksanaan pembelajaran baca kitab kuning dengan metode Tamyiz, merupakan bentuk gabungan dari pembelajaran tradisional (Traditional Classes), metode pengajaran langsung (Explicit Instruction), dan model pembelajaran Quantum yaitu sebuah model yang membiasakan belajar menyenangkan demi meningkatkan minat belajar sampai hasil belajar peserta secara menyeluruh. (2) Hasil penilaian observasi menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran tamyiz mendapat skor 75% yang berarti baik. (3) Evaluasi metode Tamyiz di Hizbul Kaafi menggunakan evaluasi sumatif dan formatif. (4) Kemampuan peserta didik keseluruhannya sudah mencapai nilai KKM (75) yang berarti pembelajaran baca kitab kuning dengan metode tamyiz terbilang efektif. Kata Kunci: Metode Tamyiz, Pembelajaran Baca Kitab Kuning