Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembagian Harta Waris Menurut Hukum Adat Desa Talang Segegah Dalam Persepektif Hukum Islam Suci Sri Wahyuni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i4.2271

Abstract

Fenomena pembagian warisan yang memberi bagian lebih besar kepada anak perempuan dibandingkan laki-laki di Desa Talang Segegah mencerminkan adanya ketegangan antara nilai adat dan prinsip hukum Islam yang menekankan keseimbangan hak waris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pembagian harta waris menurut hukum adat Desa Talang Segegah dalam perspektif hukum Islam, dengan fokus pada praktik matrilineal yang masih lestari di tengah masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali data primer dan sekunder dari tokoh adat, masyarakat, serta literatur hukum waris Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pewarisan di Desa Talang Segegah bersifat matrilineal, di mana anak perempuan menjadi penerus garis keturunan ibu dan memperoleh bagian warisan lebih besar, sedangkan anak laki-laki berperan sebagai pengelola harta keluarga. Meskipun praktik ini tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan faraidh dalam hukum Islam, masyarakat menilainya sebagai bentuk keadilan berdasarkan nilai kebersamaan dan keseimbangan sosial. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya dialog antara hukum adat dan hukum Islam agar prinsip keadilan dan kemaslahatan dapat berjalan harmonis dalam konteks sosial masyarakat lokal