Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Anemia Pada Remaja Dengan Isi Piring Ku Irni Dwiastiti Irianto; Herni Sulastien; Siti Zuraida Muhsinin; Siti Aisyah; Musniati; Diny Kusumawardani; Erniawati Pujiningsih; Ni nyoman Ernawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi di mana jumlah dan ukuran sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai ambang batas yang telah ditentukan. yang ditandai dengan Gejala 5L (lemah, letih, lesu, lelah, lunglai), wajah pucat dan kunang-kunang, sehingga anemia pada remaja akan berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, penurunan kesegaran jasmani, pencegahan anemia pada remaja dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti memberikan edukasi gizi pada remaja melalui isi piringku. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi pencegahan anemia pada remaja dengan harapan remaja memiliki pengetahuan mengenai anemia dan remaja tidak mengalami anemia. Metode yang digunakan dengan edukasi, diskusi,pembagian leaflet mengenai materi anemia, pelaksaan pengabdian ini dilakukan melalui berapa tahapan yaitu pelaksanan edukasi, diskusi dan pembagian leaflat. Jumlah peserta pada penyuluhan adalah 33 orang. Hasil yang di dapatkan saat pengadian masyarakat ini bahwa remaja dapat mengetahui upaya pencegahan anemia dengan isi piringku pada remaja. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini berkelanjutan dilakukan.
Perilaku Pelaksanaan Kebutuhan Personal Hygiene Santri Sebagai Pencegahan Penyakit Scabies Siti Aisyah; Irni Dwiastiti Irianto; Sahrul Kirom
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i1.1306

Abstract

Scabies adalah penyakit kulit yang bersifat menular. Sehingga apabila seseorang melakukan kontak langsung dengan penderitanya, ada kemungkinan orang tersebut juga akan tertular. Prevalensi Scabies yang tinggi biasanya dapat ditemukan di suatu tempat dengan jumlah hunian yang cukup padat, seperti penjara, panti asuhan, maupun pondok pesantren. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Perilaku Pelaksanaan Personal Hygiene Santri Sebagai Pencegahan Penyakit Scabies Di Pondok Pesantren Nurul Hakim. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 56 santri. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner. Hasil peneltian menunjukkan bahwa dari 56 santri yaitu kategori baik berjumlah 28 santri dengan persentase 50%, kategori cukup berjumlah 25 santri dengan persentase 44,6% dan kategori kurang berjumlah 3 santri dengan persentase 5,4%. Dapat diambil kesimpulan bahwa Perilaku Pelaksanaan Personal Hygiene Santri Sebagai Pencegahan Penyakit Scabies Di Pondok Pesantren Nurul Hakim berada dalam kategori baik. Saran bagi institusi pesantren diharapkan untuk selalu memperhatikan perilaku, memberikan dukungan dan memfasilitasi santri khususnya yang berkaitan dengan Personal Hygiene guna mencegah penularan penyakit-penyakit, khususnya penyakit Scabies. Kata kunci : Perilaku, Personal Hygiene, Scabies
The relationship between knowledge and healthy lifestyle behaviors in preventing Non-Communicable Diseases (NCDs) in the productive age group Siti Aisyah; Irni Dwiastiti Irianto; Erniawati Pujiningsih; Widya Juniantina Nusantari
Riset Informasi Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v15i1.1145

Abstract

Background: Non-communicable diseases (NCDs) to have account for nearly 74% of all global deaths, and in Indonesia, these conditions to have show a prevalence of 34.1% among individuals in their productive age. Method: This cross-sectional study to have examined how knowledge relates to healthy lifestyle behaviors in the prevention of NCDs, applying purposive sampling to have select 112 respondents between 19 and 50 years old. Results: The findings to have indicated that most respondents were female (76.8%), highly educated (82.1%), and students (51.8%). Their knowledge level was mostly categorized as adequate (72.3%), whereas their lifestyle practices to have tended to fall into the unhealthy category (42%). Conclusion: There was no significant relationship between knowledge and healthy lifestyle behaviors (p=0.055), confirming the knowledge-behavior gap phenomenon and indicating the need for a comprehensive behavior change communication approach that goes beyond conventional information transfer.