Sarlis, Nelfi
Akademi Kebidanan Sempena Negeri Pekanbaru

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Keputusan Waktu Penyapihan Desmariyenti, Desmariyenti; Sarlis, Nelfi; Fitriani, Rima
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.839 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i3.3141

Abstract

Good weaning time is done at the age of the child reaches 2 years. Weaning at less than 2 years of age can cause problems in children such as incidence of infectious diseases, especially increased diarrhea, nutritional effects that lead to malnutrition in children and cause the relationship of children and mothers is reduced closeness because bounding attachment process is disrupted. This study aims to determine the relationship between knowledge  and  attitude  of  the  mother  with  the  decision  of  weaning  time  in Tangkerang Timur Work Area Puskesmas Tenayan Raya. This research was conducted in Mei-Juni 2017 and this research using research type is quantitative data with research design  using  cross  sectional.  Sampling  technique  using  Stratified  random  sampling, population in this study amounted to 368 people and samples 184 people in East Tangkerang Village. The analysis used is univariate and bivariate. The result of this research is can be concluded that there is significant relation between knowledge with time weaning (p-value 0,000 <0,05), there is significant relation between attitude with time weaning (p-value 0,000 <0,05). Mothers exclusively breastfeed to their babies until 6 months of age and and continue with breastfeeding until 24 months of age. Waktu penyapihan yang baik dilakukan pada usia anak mencapai 2 tahun. Penyapihan yang dilakukan pada usia kurang dari 2 tahun dapat menyebabkan masalah pada anak seperti insiden penyakit infeksi terutama diare meningkat, pengaruh gizi yang mengakibatkan malnutrisi  pada  anak  dan  menyebabkan  hubungan  anak  dan  ibu  berkurang  keeratannya karena proses bounding attachment terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan keputusan waktu penyapihan di Keluraan Tangkerang Timur Wilayah Kerja Puskesmas Tenayan Raya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni tahum 2017 dan penelitian ini menggunakan jenis penelitian adalah data kuantitatif dengan  desain penelitian menggunakan  cross sectional. Teknik sampling menggunakan Stratified random sampling, Populasi dalam penelitian ini berjumlah 368 orang dan sampel 184 orang di Kelurahan Tangkerang Timur. Analisa yang diunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan waktu penyapihan (p-value 0,000< 0,05), ada   hubungan   bermakna   antara   sikap   dengan   waktu   penyapihan   (p-value   0,000   <0,05). Diharapkan ibu memberikan ASI eksklusif pada bayinya sampai usia 6 bulan dan dan dilanjutkan dengan MPASI sampai usia 24 bulan.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Penurunan Berat Badan Ibu Menyusui Wilda, Ifni; Sarlis, Nelfi; Mahera, Rifka
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.323 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i3.2832

Abstract

Exclusive breastfeeding is breastfeeding without providing other foods and beverages to infants from birth to six months old, except drugs and vitamins. However, there are still many mothers who do not want to breastfeed exclusively on their babies because they think that breastfeeding can increase weight, while the impact of weight gain in mothers and breastfeeding is obesity that can cause various diseases such as brain disorders, disorders respiratory tract, diabetes mellitus, heart, cholesterol, stroke and even death. This study aims to determine whether there is a relationship of exclusive breastfeeding with weight loss of breastfeeding mothers in the work area of Sidomulyo Puskesmas Pekanbaru. This type of research uses quantitative data with cross sectional design. Sampling technique using consecutive sampling, population in this study amounted to 375 people and the sample amounted to 193 people. Data collection using primary data with checklist sheet. Data processing done by SPSS include editing, coding, scoring, tabulating. The analysis used is univariate and bivariate. The result of chi square test stated that the value of Pvalue is 0,003 <0,05. It is concluded that there is a significant relationship between Exclusive Breastfeeding and Weight Loss in Breastfeeding Working Area of Sidomulyo Pekanbaru Health Center of 2017.ASI Eksklusif adalah memberikan ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur enam bulan, kecuali obat dan vitamin. Akan tetapi hingga saat ini masih banyak ibu yang tidak mau memberikan ASI secara Eksklusif pada bayinya karena mereka beranggapan bahwa menyusui dapat meningkatkan berat badan, adapun dampak kenaikan berat badan pada ibu bersalin dan menyusui adalah obesitas yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan otak, gangguan saluran pernapasan, diabetes mellitus, jantung, kolestrol, struk bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan penurunan berat badan ibu menyusui diwilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. Jenis penelitian menggunakan data kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling, populasi dalam penelitian ini berjumlah 375 orang dan sampel berjumlah 193 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan lembar checklist. Pengolahan data dilakukan dengan cara SPSS meliputi editing, coding, skoring, tabulating. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil uji chi square menyatakan nilai  Pvalue yaitu 0,003 < 0,05.maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara Pemberian ASI Ekslusif dengan Penurunan Berat Badan Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2017
Faktor yang Berhubungan dengan Unmet Need Pada Ibu Non Akseptor Tahun 2018 Sarlis, Nelfi
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.493 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.3750

Abstract

Unwanted pregnancy and pregnancy occurring more quickly than mistimed is a global social and health challenge. Worldwide, 38% of pregnancies are unwanted pregnancies, namely 80 million pregnancies per year. The aim of this study is to find out the factors related to unmet need in non-acceptor mothers in the inpatient puskesmas work area of Sidomulyo pekanbaru in 2018. This type of research is quantitative using analysis correlation with cross sectional research design. The study population was 1349 non-acceptor mothers in the inpatient health centers in Sidomulyo pekanbaru since April-May 12, 2018. The sampling technique was consecutive sampling with a sample of 93 people. Data collection uses primary data using the Checklist sheet. Data processing is done by SPSS including editing, coding, scoring and tabulating using the chi-square test. The results showed that there was a relationship between independent and dependent variables with each p-value <0.1 husband support (p-value = 0.069), age (p-value = 0.077) and education (p-value = 0.058) then Ha is rejected and Ho is accepted. This study can be concluded that there is a relationship between husband's support, age and education with the incidence of unmet need. Kehamilan tidak diinginkan (unwanted) dan kehamilan terjadi lebih cepat  dari yang direncanakan (mistimed) merupakan tantangan social dan kesehatan global. Di seluruh dunia 38% dari kehamilan merupakan kehamilan tidak diinginkan yaitu 80 juta kehamilan per tahun.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan unmet need pada ibu non akseptor diwilayah kerja puskesmas rawat inap  sidomulyo pekanbaru tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan analisis korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu non akseptor sebanyak 1349 orang diwilyah kerja puskesmas rawat inap sidomulyo pekanbaru sejak bulan April- 12 Mei 2018. Teknik pengambilan sampel consecutive sampling dengan jumlah sampel 93 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menggunakan lembar Checklist. Pengolahan data dilakukan dengan cara SPSS meliputi editing, coding, skoring dan tabulating yang menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara variable independen dan dependen dengan masing-masing nilai p-value < 0,1 dukungan suami (p-value = 0,069), umur (p-value = 0,077) dan pendidikan (p-value = 0,058) maka Ha ditolak dan Ho diterima. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan suami, umur dan pendidikan dengan kejadian unmet Need.