Abstrak — Proyek akhir ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah perangkat pendeteksi kebocoran gas LPG berbasis IoT (Internet of Things). Perangkat ini menggunakan Sensor Gas MQ-2 untuk mendeteksi keberadaan gas, dilengkapi dengan alarm buzzer sebagai notifikasi, dan NodeMCU sebagai mikrokontroler yang terhubung dengan jaringan Wi-Fi rumah. Selain itu, perangkat juga terhubung dengan aplikasi Android melalui API data dari server Blynk yang juga terhubung dengan NodeMCU. Pengujian dilakukan dengan menyemprotkan gas LPG dari tabung portabel pada jarak tertentu. Hasil pengujian menunjukkan jarak efektif maksimum sensor dalam mendeteksi kebocoran gas adalah 100 cm, dengan waktu respons perangkat antara 1 hingga 3 detik. Nilai tingkat gas dalam satuan ppm (part per million) yang diukur pada jarak 10 cm hingga 100 cm berkisar antara 400 hingga 1024 (jumlah maksimum sensor). Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat bahaya kebocoran gas berada pada 400 ppm. Aplikasi memberikan respons waktu sekitar 1 detik untuk setiap perubahan tingkat gas yang diterima. Proyek akhir ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pengguna gas LPG dengan akses notifikasi dan pemantauan terhadap potensi kebocoran gas di rumah.Kata kunci: Gas, LPG, kebocoran, IoT, NodeMCU