p-Index From 2021 - 2026
9.486
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Manajemen Teknologi BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology AL KAUNIYAH Suluh Pembangunan: Journal of Extension and Development Jurnal Sumberdaya Hayati Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad NUMERICAL (Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika) Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis JOIV : International Journal on Informatics Visualization ARISTO Jurnal Agribisnis Terpadu Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control International Journal of New Media Technology Jurnal Entomologi Indonesia @is The Best [Accounting Information System & Information Technology Business Enterprise] MULTINETICS JURNAL LENTERA BISNIS Jurnal Desentralisasi dan Kebijakan Publik (JDKP) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Computer Science (CO-SCIENCE) Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Journal of Informatics and Communication Technology (JICT) INTECH (Informatika dan Teknologi) Jurnal Sains Informatika Terapan (JSIT) Indonesian Accounting Literacy Journal Indonesian Accounting Research Journal Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Jurnal VNUS (Vocational Nursing Science) eProceedings of Applied Science Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jotika Journal of Accounting Information System Journal of Informatics and Communication Technology (JICT) Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development INTECH (Informatika dan Teknologi)
Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGEMBANGAN KEBERLANJUTAN PANGAN (Kasus Komoditas Cabai Merah di Kabupaten Garut) rahmah, aulia; Rosmiati, Mia; Dwiartama, Angga
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Agribisnis Terpadu
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.117 KB)

Abstract

Meskipun memiliki definisi yang luas dan cenderung samar, pembangunan berkelanjutan telah menjadi paradigma pembangunan yang ideal bagi berbagai negara di dunia. Termasuk Indonesia sebagai salah satu negara yang turut berkomitmen untuk merealisasikan pembangunan berkelanjutan. Sayangnya, kebijakan pembangunan pangan di Indonesia masih terpusat pada ketahanan pangan. Padahal pembangunan pangan berkelanjutan di dunia, menambahkan konsep industri pangan yang kuat melalui pertumbuhan dan penyediaan lapangan pekerjaan sekaligus turut memerhatikan isu kesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi alternatif dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang pangan, melalui contoh kasus komoditas cabai di Kabupaten Garut. Data primer diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, kuisioner, dan observasi terhadap 27 informan kunci yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel snowball. Adapun data sekunder, diperoleh dari berbagai publikasi ilmiah. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan sSWOT-QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat kelompok strategi (S-O, S-T, W-O, dan W-T) memperoleh skor daya tarik yang tidak jauh berbeda. Adapun strategi-strategi alternatif yang menjadi prioritas dan dapat diterapkan oleh stakeholder yang terlibat dalam mengembangkan komoditas cabai adalah koordinasi jadwal budidaya cabai merah di lokasi sentra, meningkatkan posisi tawar petani, meningkatkan kualitas produk, pembuatan sistem informasi harga dan cuaca/musim, meningkatkan intensitas kegiatan edukatif petani.
KONDISI DAN POTENSI WILAYAH PESISIR KABUPATEN BANTUL SEBAGAI SENTRA BUDIDAYA TAMBAK UDANG BERKELANJUTAN DI PANTAI SELATAN INDONESIA Cahyaningrum, Desti Christian; Gunawan, Wawan; Rosmiati, Mia
Agricore Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peluang peningkatan perekonomian melalui kegiatan budidaya udang masih sangat terbuka bagi Indonesia, namun harus memperhatikan aspek keberlanjutan usaha budidaya maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi dan potensi wilayah pesisir Kabupaten Bantul sebagai sentra budidaya tambak udang berkelanjutan di pantai selatan Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi kasus melalui observasi dan wawancara, serta analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tambak udang dilihat dari aspek lingkungan memiliki kualitas air yang baik akibat tidak adanya pencemaran dari luar, karena kawasan tersebut bukan merupakan wilayah industri. Namun, keberadaan tambak dikawatirankan dapat merusak lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi yang ada saat ini menunjukkan bahwa pengelolaan tambak masih kurang baik karena tidak adanya sistem pengolahan limbah yang berdampak pada munculnya penyakit berak putih udang pada tahun 2016. Dilihat dari aspek ekonomi, keberlanjutan terjadi karena permintaan ekspor udang yang masih sangat tinggi dan belum bisa terpenuhi. Aspek sosial menunjukkan bahwa  lokasi tambak udang di wilayah penelitian menimbulkan konflik sosial dengan adanya permasalahan status kepemilikan lahan, perijinan usaha, serta benturan dengan kebijakan pemerintah setempat. 
Penggunaan Teknik Keamanan Pada Jaringan Serat Optik Dengan Metode Anti-Jamming Dan Steganografi Menggunakan Modul Optisystem Rosmiati, Mia; Depari, Ian Pramana; Purba, Arrindra Rizky
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol 2, No 1, February-2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.526 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v2i1.147

Abstract

Serat optic merupakan media transmisi yang dapat menghantarkan informasi dalam bentuk cahaya. digunakannya cahaya sebagai media penghantar informasi membuat media ini dapat menghantarkan informasi dengan kapasitas besar dalam waktu yang sangat singkat. Sehingga saat ini serat optic banyak digunakan dalam Telekomunikasi. jaringan serat optic ini harus disertai dengan teknik keamanan yang andal dalam proses transmisi informasinya, karena jika terjadi  penyerangan  dalam jaringan yang serat optic maka data yang akan diterima oleh receiver akan jauh berbeda dengan data yang dikirim transmitter. Sehingga hal ini sangat fatal jika informasi yang dikirimkan memiliki tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi seperti informasi keamanan Negara. Adapun metode yang dapat digunakan dalam pengamanan jaringan serat optic adalah metode Steganography dan metode Anti-jamming. Dari percobaan yang telah dilakukan terlihat bahwa teknik Steganography memiliki tingkat keandalan yang lebih baik jika dibandingkan dengan metode anti-jamming dengan nilai BER untuk metode steganography adalah 1.91219e-077.
RANTAI PANGAN BERKELANJUTAN: KASUS KOMODITAS CABAI DI KABUPATEN GARUT Rahmah, Aulia; Rosmiati, Mia; Dwiartama, Angga
Agricore Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan perspektif rantai pasok untuk mengkaji keberlanjutan pada komoditas Cabai Merah segar dengan membandingkan beberapa jenis rantai pasok berdasarkan pilar-pilar keberlanjutan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 27 orang informan kunci. Data diambil melalui wawancara dan observasi di lokasi produksi dan pemasaran Cabai. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis rantai pasok yang dibedakan berdasarkan jumlah pelaku yang terlibat dan jenis pasar yang dituju. Rantai tipe I dan II merupakan rantai pasok Cabai menuju pasar induk. Perbedaannya terletak dari ada tidaknya pengumpul dalam rantai tersebut. Adapun rantai tipe III merupakan rantai pasok cabai menuju pasar eceran lokal tanpa adanya peran pengumpul. Total marjin yang tinggi pada rantai tipe II menunjukan panjangnya rantai pasok cabai, sedangkan rantai tipe III menunjukkan rantai yang pendek dengan marjin keuntungan terendah. Perbandingan ketiga jenis rantai menunjukkan bahwa rantai tipe III merupakan rantai yang memberikan manfaat lebih dalam aspek ekonomi, sosial, dan, lingkungan. Secara ekonomi, ROI petani meningkat dari 26,7% menjadi 43,7%. Secara sosial, konflik dapat dihindari melalui sistem pembayaran tunai. Ditinjau dari aspek lingkungan, rantai tipe III mampu mencegah emisi CO2 sebesar 92,84%.
Pengaruh Kredit Terhadap Perilaku Ekonomi Rumahtangga Petani Padi Sawah:Aplikasi Model Ekonomi Rumahtangga Usahatani rosmiati, mia
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the effect of credit on farm household economic behavior and evaluate the impact of access to credit sources and reduction of lending rates on farm household economic behavior. This research used survey method. Data analysis using the simultaneous model (2SLS) and simulation model. Data were collected through a survey of household lowland rice farmers in the district of Sumedang, West Java Province. The results showed that farm  household  as a unit of production and consumption respond positively to the amount of credit. The amount of credit, led to the increased use of production inputs, output  and  farm income, which in turn  will lead to the increased of consumer spending and demand for hired labor . This indicated that the farm household as a family farming is essentially a household production and household consumption as well, so that production and consumption decisions are not separate, but closely related. Access to sources of credit is more important than a low lending rates.
STRATEGI PENGEMBANGAN KEBERLANJUTAN PANGAN (Kasus Komoditas Cabai Merah di Kabupaten Garut) Aulia Rahmah; Mia Rosmiati; Angga Dwiartama
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.324 KB) | DOI: 10.33512/jat.v10i1.5049

Abstract

Despite its broad and vague definition, sustainable development has become an ideal development paradigm for many countries around the world. Including Indonesia as one of the countries that also commit to realize sustainable development. Unfortunately, Indonesia's food development policy is still focused on food security. Developing sustainable food development in the world, added the concept of a strong food industry through growth and provision. This study aims to analyze and formulate alternative strategies in an effort to achieve sustainable development goals in the field of food, through a case example of chili in Garut regency. Primary data results through semi structured interviews, questionnaires, and observations of 27 key informants selected through snowball sampling techniques. Secondary data, obtained from various scientific media. Data were analyzed descriptively using sSWOT-QSPM. The results showed that the set of strategy (S-O, S-T, W-O, and W-T) yielded a score of attractiveness that was not much different. The strategic strategies that can be addressed and can be applied by stakeholders involved in the development of chili commodities are coordination of red chili cultivation schedule at the central location, increasing bargaining position of farmers, improving product quality, making information system price and weather / season, increasing intensity of educative activity of farmer.
KONDISI DAN POTENSI WILAYAH PESISIR KABUPATEN BANTUL SEBAGAI SENTRA BUDIDAYA TAMBAK UDANG BERKELANJUTAN DI PANTAI SELATAN INDONESIA Desti Christian Cahyaningrum; Wawan Gunawan; Mia Rosmiati
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 1 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i1.15072

Abstract

ABSTRAKPeluang peningkatan perekonomian melalui kegiatan budidaya udang masih sangat terbuka bagiIndonesia, namun harus memperhatikan aspek keberlanjutan usaha budidaya maupun lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi dan potensi wilayah pesisir Kabupaten Bantulsebagai sentra budidaya tambak udang berkelanjutan di pantai selatan Indonesia. Metode yangdigunakan adalah studi kasus melalui observasi dan wawancara, serta analisis data secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tambak udang dilihat dari aspek lingkungan memilikikualitas air yang baik akibat tidak adanya pencemaran dari luar, karena kawasan tersebut bukanmerupakan wilayah industri. Namun, keberadaan tambak dikawatirankan dapat merusak lingkunganapabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi yang ada saat ini menunjukkan bahwa pengelolaantambak masih kurang baik karena tidak adanya sistem pengolahan limbah yang berdampak padamunculnya penyakit berak putih udang pada tahun 2016. Dilihat dari aspek ekonomi, keberlanjutanterjadi karena permintaan ekspor udang yang masih sangat tinggi dan belum bisa terpenuhi. Aspeksosial menunjukkan bahwa lokasi tambak udang di wilayah penelitian menimbulkan konflik sosialdengan adanya permasalahan status kepemilikan lahan, perijinan usaha, serta benturan dengankebijakan pemerintah setempat.Kata kunci: potensi, tambak udang, pesisir Bantul, konflik, berkelanjutanABSTRACTOpportunities to increase the economy sector by shrimp ponds farming activities are still very openfor Indonesia, but must consider the aspect of the sustainability of the cultivation and theenvironment. This study aims to examine the condition and potency of thr coastal areas of BantulRegency as a center for sustainable shrimp ponds farming in the southern coast of Indonesia. Themethod used is case study through observation and interview. then data were analysed descriptively.The results showed that the condition of shrimp ponds in terms of environment has good air qualitydue to the absence of pollution from the outside, because there is not an industrial area. However,the existence of the ponds are considered to damage the environtment if not properly managed. Inaddition, the condition of pond management is still not good because there is no sewage treatmentsystem, and cause the disease berak putih in 2016. From the economic aspect, the sustainability iscaused by the great number of demand that can not to be fulfill yet. Social aspects show that locationof shrimp ponds emerge conflict by the problems of land-planting status, business licensing, andcollision with the government.Keywords: potency, shrimp farm, Bantul’s coastal, conflict, sustainability
RANTAI PANGAN BERKELANJUTAN: KASUS KOMODITAS CABAI DI KABUPATEN GARUT Aulia Rahmah; Mia Rosmiati; Angga Dwiartama
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 1 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i1.15070

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menggunakan perspektif rantai pasok untuk mengkaji keberlanjutan pada komoditasCabai Merah segar dengan membandingkan beberapa jenis rantai pasok berdasarkan pilar-pilarkeberlanjutan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 27 orang informan kunci. Data diambilmelalui wawancara dan observasi di lokasi produksi dan pemasaran Cabai. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat tiga jenis rantai pasok yang dibedakan berdasarkan jumlah pelaku yangterlibat dan jenis pasar yang dituju. Rantai tipe I dan II merupakan rantai pasok Cabai menuju pasarinduk. Perbedaannya terletak dari ada tidaknya pengumpul dalam rantai tersebut. Adapun rantai tipeIII merupakan rantai pasok cabai menuju pasar eceran lokal tanpa adanya peran pengumpul. Totalmarjin yang tinggi pada rantai tipe II menunjukan panjangnya rantai pasok cabai, sedangkan rantaitipe III menunjukkan rantai yang pendek dengan marjin keuntungan terendah. Perbandingan ketigajenis rantai menunjukkan bahwa rantai tipe III merupakan rantai yang memberikan manfaat lebihdalam aspek ekonomi, sosial, dan, lingkungan. Secara ekonomi, ROI petani meningkat dari 26,7%menjadi 43,7%. Secara sosial, konflik dapat dihindari melalui sistem pembayaran tunai. Ditinjau dariaspek lingkungan, rantai tipe III mampu mencegah emisi CO2sebesar 92,84%.Kata kunci: keberlanjutan, rantai pangan, cabai merah.ABSTRACTThis study uses a supply chain perspective to analyze the sustainability of fresh red chili bycomparing several types of supply chain based on the pillars of sustainability. Respondents were 27key informants. Data were collected through interviews and observations of production andmarketing sites.The results show that there are three types of supply chains differentiated by thenumber of actors involved and the type of market. Chain types I and II are chili supply chains to thewholesale market. The difference lies in the presence of the role of middlemen in the chain (Chaintype II). While chain type III is chili supply chain to the local retail market without the role ofmiddleman. The highest margin total on the chain type II indicates the length of chain, whereas thetype III chain shows the shortest chain with the lowest total margin. The comparison of the threetypes of chains indicate the type of chain III is a chain that provides more benefits in economic,social, and environmental aspects. Economically, ROI of farmers increased 26.7% to 43.7%.Socially, conflicts can be prevented by cash payment system. Viewed from environmental aspect,chain type III able to decrease CO2emission equal to 92,84%.Keywords: Sustainability, food chain, chili
Toksisitas beberapa jenis fungisida komersial pada serangga penyerbuk, Trigona (Tetragonula) laeviceps Smith Ida Kinasih; Rusdy Syachrul Nugraha; Ramadhani Eka Putra; Agus Dana Permana; Mia Rosmiati
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 14 No 1 (2017): Maret
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.26 KB) | DOI: 10.5994/jei.14.1.29

Abstract

Fungicide is one of the common pesticide applies in agriculture. Even though fungicide is specifically designed to prevent growth of fungi, some studies reported neurotoxic effects of fungicide to some tested animals. Therefore there are concerns about the possible determintal effects of fungicide to beneficial non target organisms, like pollinating insects. This study was conducted to determine the toxicity of commercial fungicide to pollinator, Trigona (Tetrgonula) laeviceps Smith, by determining the LD50 and hazard quotient (HQ). The fungicides tested were triazole (tridimefon and difenoconazole), propamorcab (propamocarb HCl), and dithiocarbamate (mancozeb and propineb). Forager bees were collected and anasthesized by exposing the bees to low temperature (-10 oC) for 1 min. About 1 µl of tiadimefon (6,25; 12,5; 25; 37,25; 50 µg/bee), difenoconazole (1,25; 2,5; 5; 6,25; 12,5; 25 µg/bee), propamocarb HCl (72.,25; 144,5; 216,6; 361,25; 433,5 µg/bee), mancozeb (1,6; 3,2; 4,8; 6,4; 8 µg/bee), and propineb (0.9; 1.8; 2.7; 6; 8.4; 16.8; 25.2 µg/bee) were applied using topical application on dorsal area of bees. Ten bees were used for each concentration and replicated 3 times. Mortality of bees was recorded for 48 hours. Results showed that LD50 and HQ for each tested fungicide were as follow: triadimefon LD50 13.43 ±1.78 µg/bee, HQ = 18.62; difenoconazole LD50 9.25 ± 1.21 µg/bee, HQ = 27.03; propamocarb HCl LD50 270.45 ± 19.48 µg/bee, HQ = 14.34; mancozeb LD50 3.75±0.47 µg/bee, HQ = 512; and propineb LD50 9.71 ±2.20 µg/bee, HQ = 144.18. Among all 5 tested fungicide, two fungicide, mancozeb and propineb, has intermediate level of toxicity to foragers of T. laeviceps and could produce determintal effect to colony.
Pola kunjungan serangga liar dan efek penambahan koloni Trigona (Tetragonula) laeviceps Smith pada penyerbukan kabocha (Cucurbita maxima) Ramadhani Eka Putra; Julio Subagio; Ida Kinasih; Agus Dana Permana; Mia Rosmiati
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 14 No 2 (2017): Juli
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.983 KB) | DOI: 10.5994/jei.14.2.69

Abstract

Insects hold important role in pollination of many crops. However, studies on pollination in Indonesia could be considered rare. This study focussed on obtaining the basic information of wild pollinators and the effect Trigona (Tetragonula) laeviceps Smith innundation release to the production and quality of pumpkin (C. maxima) in traditional farming system. Observations were carried out from 07:00 to 15:00 during flowering period for 3 weeks. Sampling area was divided into three plots : open pollination + T. laeviceps (OPT), open pollination (OP), and hand pollination (HP). Pollination was assessed by three main parameters, which were visitation pattern, plant reproductive success, and fruit quality. Visitation pattern was assessed by measuring frequency and duration of pollinator visits, the plant reproductive success by fruit set and number of seed produced; while fruit quality by diameter, weight, and number of fruit produced/plant. We recorded different visitation pattern in which wild pollinator preferred to visit flowers in the morning while T. laeviceps preferred to visit from noon to afternoon. This pattern could be relate to difference in thermal tolerance among pollinators. There were significant differences among fruit set produced in OPT (80%), OP (65%), and HP (38.3%) (F2,35 = 19,907, P = 0,000). Number of seeds and fruit quality produced in OPT and OP much higher than HP while number of fruits produced in OPT significantly higher that OP and HP. Low pollination success in HP showed pollination process in pumpkin highly depend on pollination time. Thus, pollination by bees in pumpkin hard to be replace by human and variation of visit provided by T. laeviceps produce positive effect to pumpkin.
Co-Authors Abdurramadan, Noval Ade Fitriani, Ade Adha, Maghfira Hikmatul Adi Natha, Si Gede Ngurah Chandra Adin, Adriyanita Agus Dana Permana Agus Dana Permana Ahlan, Ardhani Aimar, Fathin Bayumaulana Akbar, Febrino Mahardiva Akhadi Yoga Perdana, Daffa Akmal, Khalilah Atika Al Thaaf Nur, Muh Zayyan Al-haq, Dianne Dini Aldianata, Bagas Alwi Lukman N, M Amir Hasanudin Fauzi Angga Dwiartama Angga Dwiartama ANJARNISA RUSTAM, FAJRINA Asriel, Nadhila Mizaya Astri Wulandari Aulia Rahmah Aulia Rahmah Aulia Rahmah Aulia, Raka Pandu Ayal, Gabriel David Florens Azizah, Salma Nur Azka, Khalish Muhammad Azra, Muhammad Badarudin Ramadan, La Ode Bangsawan, Bahrul Berliana, Citra Cahyaningrum, Desti Christian Dadang Sumardi Damanik, Debby Lelyca Rohdearni Damarjati, Divee Ananda Defari, Waldi Depari, Ian Pramana Desti Christian Cahyaningrum Dewi Puspita Sari Dhikananda, Tiyas Insania Diharja, Prawira Dwiartama, Angga Dwiartama, Angga Dwiartama, Angga Dwiputri, Ai Elpa Elis Susanti, Elis Ernasari, Siti Fadholi , Arief Fadilah, Muhammad Kenighia Fahrifi, Muhammad Raihan Fakhri, Humam Ibadillah Fathan Akbar, Muhammad Fatmalasari, Yenyen Fauyan, Muchamad Fauzi Firdaus, Dicky Febrina, Ananda Martiza Fernandi, Muhammad Imam Gandeva Bayu Satrya Hafidzussalam, Hafidzussalam Hariandi Maulid Hasan, Nurul Hasanah Putri Hastuti Hastuti Hazimah, Farhah Hetti Hidayati Hidayat, Ade Yusuf Husna, Inayati Zakiyatun Ichsan, Shaka Pratama Ida Kinasih Julio Subagio Kale, Eigiya Daramuli Karmana, Sundari Ainun Putri Kojima , Anri Kusumo, Dimas Ario Tri Leksikowati, Sovia Santi Lucky P, Bimo Lutfiah Alfariza M. Mandasari, Rizza Indah Mahesa, Muhammad Bayu Manggala, Lukman Satria Mardiansyah, Muhammad Abdillah Faqih Markhamah, Nadya Julia Maulana, Taufiq Arya Milania, Nanda Putri Mohammad Kamal Reza Muhammad Iqbal Muhammad Muhammad Muhimah, Lulu Mukaffan Mulia Rahmayu Nalda.D, Raka Ryaudi Noer, Iqbal Apipah Noor, Fikri Rahmanda Novitasari Novitasari Novitasari Nur Ali Farabi Nurfia Oktaviani Syamsiah Nurhasanah, Salma Nurliani, Lia Nurrahman, Moch Fathan Nurulfah, Auliya Nurwahyuni Oktaviani, Indah Padilah, Rifki PINGKAN ADITIAWATI Prajna Deshanta Ibnugraha Pramadresana Saftari, Prasidya Pratama, Luthfi Revansyah Pratama, Muhamad Ghalih Prayuda, Dimas Purba, Arrindra Rizky Purwandani, Indah Putra, Airlangga Permana Putra, I Made Adre Udayana Putri Fatoni, Salwa Berliana Putri Wuragil Suroso, Puspita Anggraeini Rahmadi Wijaya Rahmat Hidayat Raihan, Muhammad Ramadan, D Beta Ramadhan, Adam Zahran Ramadhani Eka Putra Ramahan, Arfan Salman Rein, Wayan Reza Maulana Rika Yulia Putri Risdiansyah, Deni Riska Aprilina Ruhana, Nafisah Rusdy Syachrul Nugraha Sari, Yesti Satria, Gendeva Bayu Sendiko, Muhammad Rizky Setiyarni, Eka SETYARNI, EKA Shafira, Siti Siahaan , Tiara Br Siti Ropiah, Eva Sofiatin Sofiatin, Sofiatin Subagyo, Nadhif Pratama Sugondo Hadiyoso Sujata, Tatang Sulistiyah SUMIYATI SUMIYATI Supriyadi, Aep Surya Mulyawan, Yusuf Susanti Susanti Susanti, Ita Syauqi, Sayyidusy Tri Brotoharsono Tunajijah, Ulfah Vany Octaviany Virzia Zacahri Anshar, Arkan Wawan Gunawan Wawan Gunawan Wawan Gunawan ZAKIYATUN USNA, INAYATI