Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengambilan Keputusan Oleh Ombudsman RI Terkait Penyalahgunaan Wewenang Sipir: Studi Kasus di Lapas Narkotika 2A Yogyakarta Shelina Rintan Octaverina; A'isah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1076

Abstract

Telah terjadi dugaan penyiksaan terhadap warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Yogyakarta. KOMNAS HAM menyelidiki kasus penyiksaan ini terdapat sejumlah tindakan dari oknum petugas Lapas “merendahkan martabat manusia” dan menggunakan 13 alat dalam melakukan tindak penyiksaan tersebut. Modus oknum sipir tersebut dilakukan dengan cara yang sama, yaitu dean memukul, menendang, mencambuk menggunakan selang. Kasus tersebut hanya salah satu dari berbagai kasus pelanggaran kode etik awai pemasyarakatan yang ada di Indonesia. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis terkait pengambilan keputusan oleh Ombudsman RI dalam memecahkan kasus tersebut. Metode yang digunakan penulis yakni metode penelitian hukum normatif dan pengumpulan bahan-bahan hukum dilakukan dengan penelitian kepustakaan. Pengambilan keputusan Ombudsman pada kasus tindak kekerasan sipir terhadap narapidana di lapas narkotika 2A Yogyakarta. Beberapa faktor-faktor yang menjadi sorotan dalam proses pengambilan keputusan diantaranya: Manusia, Mesin, Metode, dan Lingkungan.
Pemberdayaan Kesehatan Berbasis Lingkungan: Pendampingan dan Edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Nur Ali Yasin; A'isah
Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 02 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54214/efada.Vol2.Iss02.854

Abstract

Kegiatan pendampingan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Dusun Krajan Barat, Desa Segobang, dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan alternatif pengobatan yang alami, ekonomis, dan berbasis kearifan lokal, terutama pascapandemi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi serta pelatihan langsung kepada masyarakat dalam mengenal, menanam, dan memanfaatkan tanaman obat secara mandiri. Metode yang digunakan meliputi empat tahap: persiapan, penyuluhan materi, pelatihan/praktik langsung, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga terkait TOGA, baik dari segi manfaat kesehatan maupun potensi nilai ekonomisnya. Tanaman-tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, dan kencur mulai dimanfaatkan sebagai obat alami serta penghias pekarangan rumah. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian kesehatan keluarga serta pelestarian pengetahuan tradisional di tengah masyarakat.