Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Aplikasi TikTok terhadap Sikap Apatis pada Remaja RABIATUN, RABIATUN
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1053

Abstract

ABSTRAK TikTok merupakan salah satu media sosial yang sangat berkembang saat ini dengan fitur-fitur aplikasi yang dapat memicu peningkatan penggunaan aplikasi TikTok dengan intensitas penggunaan tinggi, yang berpengaruh pada perilaku remaja seperti menjadi apatis. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana hubungan dari intensitas penggunaan aplikasi TikTok terhadap sikap apatis remaja. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 184 responden remaja SMA. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner SONTUS (Social Networking Time Use Scale) dan AES (Apathy Evaluation Scale) yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan Chi Square menunjukkan hasil bahwa penggunaan intensitas aplikasi TikTok berhubungan dengan sikap apatis pada remaja secara signifikan (p value 0,000 < α 0,05). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi TikTok dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan sikap apatis pada remaja. Diharapkan remaja menggunakan aplikasi TikTok dengan bijak agar tidak terjadi sikap apatis. Kata kunci : Apatis, Intensitas penggunaan TikTok, Remaja ABSTRACT TikTok is one of the most developed social media today with application features that can trigger an increase in the use of the TikTok application with high intensity of use, which affects adolescent behavior such as becoming apathetic. This study aims to find out how the intensity of using the TikTok application is related to the apathy of adolescents. The design of this study uses a correlational descriptive with a cross sectional approach. Sampling used a purposive sampling technique, namely as many as 184 high school youth respondents. Data collection techniques used the SONTUS (Social Networking Time Use Scale) and AES (Apathy Evaluation Scale) questionnaires which had been tested for validity and reliability. The analysis used was bivariate analysis using Chi Square showing results that the intensity use of the TikTok application is significantly related to apathy in adolescents (p value 0.000 < α 0.05). It can be concluded that high-intensity use of the TikTok application can cause apathy in adolescents. It is hoped that teenagers will use the TikTok application wisely so that apathy does not occur.
MENGATASI KESULITAN MEMBACA PERMULAAN: PENERAPAN METODE SUKU KATA DI SDN 03 SELEBUNG KETANGGA Rabiatun, Rabiatun
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35953

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan mendasar yang sangat penting bagi siswa Sekolah Dasar, terutama di kelas 1 dan 2. Namun, di SDN 03 Selebung Ketangga, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, kemampuan membaca siswa kelas 2 masih sangat rendah, dengan rata-rata hanya 27,65% siswa yang mampu membaca dengan baik dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan membaca permulaan serta efektivitas penerapan metode suku kata dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor intelektual, dukungan orang tua, kurangnya media bacaan, serta metode pengajaran yang kurang tepat menjadi penyebab utama kesulitan membaca. Penerapan metode suku kata berhasil membantu siswa dalam mengenal dan merangkaikan huruf menjadi kata, meskipun masih memerlukan dukungan tambahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode suku kata terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa, namun faktor pendukung lainnya seperti keterlibatan orang tua dan penyediaan media pembelajaran perlu diperkuat untuk hasil yang lebih optimal.