Ramadani, Yultari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Berpikir Reflektif Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Taksonomi Bloom Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Dependent dan Field Independent Suwartia, Suwartia; Ramadani, Yultari; Fajri, Akmal; Syaiful, Syaiful; Maison, Maison
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.990

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan berpikir reflektif siswa dalam pemecahan masalah matematika menggunakan Taksonomi Bloom ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field idependent serta menganalisis perbedaan berpikir reflektif siswa dalam pemecahan masalah matematika menggunakan Taksonomi Bloom ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field independent. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang dilaksanakan di SMAN 1 Batanghari pada tanggal 22 April-22 Mei 2021. Subjek penelitian ini melibatkan dua siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent (FD) dan field independent (FI). Instrument penelitian berupa lembar tes pemecahan masalah matematika, lembar tes GEFT serta lembar wawancara berpikir reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa FD hanya dapat mencapai pada tiga level yaitu remembering, understanding dan applying. Sementara siswa FI memenuhi kelima karakteristik level taksonomi berpikir reflektif yaitu remembering, understanding applying, analyzing dan evaluating. Kesimpulan penelitian berpikir reflektif siswa dalam pemecahan masalah matematika menggunakan Taksonomi Bloom ditinjau dari gaya kognitif field dependent. Siswa bergaya kognitif field dependent memliki tingkatan berpikir reflektif yang dapat dicapai dalam pemecahan masalah matematika hanya pada level tiga yaitu hanya sampai pada level menerapkan (applying). Karena pada tahap analisis siswa field dependent tidak mampu menjelaskan bagaimana menganalisis prosese penyelesaian yang siswa lakukan. Siswa tidak dapat mencari korelasi antara beberapa jawaban atau solusi yang telah diperoleh, sehingga siswa tidak mampu melakukan analisi mengenai jawaban yang telah dikerjakan, dikarenakan siswa bertanya mengenai jawaban kepada teman, dan tidak mampu menjelaskan mengenai jawaban telah dikerjakan merupakan jawaban benar.
LABORATORIUM VIRTUAL BERBASIS ADOBE FLASH CS6 PROFESIONAL MATERI KESETIMBANGAN UNTUK KIMIA DASAR I PRODI PENDIDIKAN KIMIA Minarni, Minarni; Epinur, Epinur; Yusnidar, Yusnidar; Ramadani, Yultari
Jurnal Zarah Vol. 11 No. 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v11i1.4810

Abstract

Kemajuan Information and Communication Technology (ICT) menghadirkan banyak program yang tersedia untuk merancang praktikum berbasis ICT (laboratorium virtual). Laboratorium virtual dapat menghindari keterbatasan laboratorium, menghemat waktu dan sumber daya, serta mengurangi biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan laboratorium virtual pada materi kesetimbangan kimia dengan menggunakan Adobe Flash hingga dianggap layak untuk digunakan dalam perkuliahan Kimia Dasar I Program Studi Pendidikan Kimia dan untuk menilai reaksi dosen dan mahasiswa terhadap laboratorium virtual yang dikembangkan tersebut. Jenis penelitian ini dikenal sebagai penelitian pengembangan. Menggunakan Adobe Flash6 Professional, produk ini merupakan laboratorium virtual pada materi kesetimbangan untuk digunakan dalam mata kuliah Kimia Dasar I pada program sarjana pendidikan kimia. Model ADDIE digunakan dalam pengembangan laboratorium virtual untuk kesetimbangan material ini. Hasil penelitian, diperoleh penilai dari validator materi mendapatkan skor 54 dari skor dengan kategori validitas “baik” kemudian dilanjutkan dengan validasi materi tahap kedua dan diperoleh penilain lebih tinggi daripada validasi pertama yaitu 71, dan validator media sebesar 69 dari skor maksimum 75 dengan kriteria sangat baik, 88,29 % mahasiswa menyatakan media ini layak digunakan. Sebanyak 95 % mahasiswa menyatakan mudah menggunakanya, 100 % menyatakan setuju media ini digunakan untuk pembeljaran dan 100 % menyatakan lebih paham mempelajari kesetimbangan melalui laboratorium virtual yang dikembangkan.