Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Perlindungan Mata terhadap Paparan Sinar Ultraviolet pada Pekerja PPSU: Upaya Peningkatan Kesadaran Kesehatan Mata Denni Boy Saragih; Desi Hartati Silaen
Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/faedah.v4i2.1786

Abstract

Ultraviolet (UV) exposure is a significant ocular health risk for outdoor workers, particularly PPSU officers in tropical regions. This community engagement program aimed to improve UV risk awareness and eye protection. Methods included basic eye examinations, interactive education, and counseling on personal protective equipment involving 53 PPSU workers in Pengadegan, South Jakarta. Results indicated that participants initially had limited knowledge and inconsistent use of eye protection. Following the intervention, there was a notable increase in understanding and a willingness to adopt preventive behaviors. In conclusion, simple educational interventions effectively enhance eye health awareness among urban outdoor workers. Such programs should be sustained as part of occupational health promotion and prevention strategies to ensure long-term worker safety.
Kasih, Perjanjian, dan Providensi dalam 1 Samuel 18:1-5: Kritik terhadap Pembacaan Erotis atas Relasi Daud-Yonatan Radiman Siringoringo; Denni Boy Saragih
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 13 No 1 (2026): Model Teologi Publik Kristen Bagi Masyarakat Indonesia
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/vc13.1.2026.art3

Abstract

Artikel ini menganalisis relasi antara Daud dan Yonatan dalam 1 Samuel 18:1-5 melalui pendekatan eksegesis-teologis untuk menanggapi pembacaan homo-erotis yang berkembang dalam studi biblika kontemporer. Teks ini oleh beberapa pakar ditafsirkan sebagai legitimasi relasi sesama jenis yang menekankan intensitas afeksi di antara kedua tokoh tersebut. Penelitian ini berargumen bahwa pembacaan semacam itu cenderung mengabaikan konteks historis, budaya Timur Dekat Kuno, serta struktur naratif-teologis kitab Samuel secara keseluruhan. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, artikel ini melakukan analisis kata terhadap istilah Ibrani utama, seperti ahav (kasih) dan berith (perjanjian), serta menempatkannya dalam konteks sastra dan teologi providensi atas pengurapan Daud sebagai raja. Hasil analisis menunjukkan bahwa relasi Daud dan Yonatan lebih tepat dipahami sebagai persahabatan autentik yang didasarkan pada kasih persaudaraan, kesetiaan, dan komitmen bersama terhadap Allah dan bangsa Israel. Bingkai utamanya adalah hubungan tersebut berfungsi sebagai sarana providensial yang melaluinya Allah memelihara Israel dengan melindungi Daud pada perjalanan kepemimpinannya sebagai raja yang diurapi. Dengan demikian, artikel ini menyimpulkan bahwa narasi Daud-Yonatan tidak mendukung interpretasi erotis, melainkan dinamika kasih persahabatan dalam kerangka providensi ilahi dan sejarah keselamatan Israel.