Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN INFKEKSI CACING ENTEROBIUS VERMICULARIS DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI RUMAH SAKIT DAERAH MALIANA TIMOR LESTE De Carvalho, Clotilde; Maulani, Yulita
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.595

Abstract

Masalah kecacingan adalah isu kesehatan serius yang memerlukan perhatian khusus, terutama di wilayah tropis, di mana banyak orang terpengaruh. Infeksi cacing dapat mengurangi kekuatan tubuh melawan penyakit dan memperlambat pertumbuhan anak karena cacing menyerap nutrisi penting seperti protein, karbohidrat, dan zat besi. Kecacingan sering terjadi pada anak-anak, karena mereka lebih rentan terhadap infeksi cacing Enterobius vermicularis. Di Indonesia, masalah kecacingan masih signifikan, dengan Enterobius Vermicularis sering menyebabkan enterobiasis pada anak-anak, terutama di lingkungan dengan kepadatan tinggi dan sanitasi yang buruk. Infeksi ini dapat mempengaruhi status gizi anak dan berdampak negatif pada pertumbuhan. Infeksi ini disebabkan oleh pola asuh yang tidak memadai dan menyebabkan gejala seperti gatal di sekitar anus pada malam hari. Penyebaran telur cacing dapat terjadi melalui garukan pada daerah anus dan dapat tersebar jika tangan tidak dicuci dengan benar. Gejala infeksi ini termasuk hilangnya nafsu makan, insomnia, mengertakkan gigi, kegelisahan, kram perut, dan diare. Di Timor Leste, masalah kekurangan gizi sangat tinggi; pada tahun 2020, 47% anak di bawah lima tahun mengalami keterlambatan pertumbuhan dan 8,6% mengalami kekurangan gizi akut. Prevalensi berat badan kurang juga lebih tinggi di kota (14,3%) dibandingkan di desa (9,8%).