Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekstraksi dan determinasi karakteristik kolagen gelembung renang ikan lencam (Lethrinus lentjan): Extraction and determination characteristics of swim bladder collagen in pink ear emperor fish (Lethrinus lentjan) Sakinah, Aula; Trilaksani, Wini; Nurhayati, Tati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.45529

Abstract

Ekspor filet ikan lencam yang terus meningkat di Indonesia menyebabkan peningkatan pada jumlah hasil samping produksi, salah satunya gelembung renang. Gelembung renang ikan merupakan sumber alternatif kolagen yang telah menarik minat ilmuwan dan industri untuk diaplikasikan di berbagai sektor kesehatan, farmasi, dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio bahan dan pelarut serta waktu yang optimal pada tahap praperlakuan dalam ekstraksi kolagen dari gelembung renang ikan lencam. Penelitian dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu optimasi praperlakuan sampel menggunakan larutan NaOH dengan lama waktu yang berbeda, ekstraksi dengan rasio bahan dan pelarut asam asetat dan penambahan enzim papain, dan karakterisasi kolagen gelembung renang ikan lencam. Analisis komponen gelembung renang ikan lencam meliputi proksimat, asam amino, dan protein terlarut. Analisis kualitas kolagen meliputi proksimat, asam amino, pengukuran warna, derajat putih, pH, pita protein, dan gugus fungsi. Kondisi praperlakuan terbaik didapat pada gelembung renang ikan lencam yang direndam NaOH 0,1 M selama 8 jam. Ekstrasi kolagen gelembung renang ikan lencam terbaik, yaitu rasio 1:30 (b/v) larut enzim papain (PaSC) sebesar 28,88±0,71% selama 48 jam. Kandungan protein mencapai 92,56±0,12%, derajat putih 97,86%, nilai pH 6,64, kandungan hidroksiprolina sebesar 79,32 mg/g, glisina 293,35 mg/g, dan prolina 102,57 mg/g sebagai asam amino penciri kolagen. Hasil deteksi gugus fungsi menunjukkan adanya gugus fungsi amida I, II, III, A, dan B serta rantai α1 dan α2 . Pola protein kolagen terdeteksi pada kisaran molekul 100-250 kDa yang mengindikasikan kolagen tipe I.
Wanprestasi dalam Kerja Sama Pengelolaan Lahan Pertanian Sistem Perairan Napisah; Hairunisa, Putri Deva; Astina, Ria; Yuswalina; Sakinah, Aula
Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science Vol. 11 No. 2 (2026): Al-Ijtima'`i: International Journal of Government and Social Science
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jai.v11i2.9896

Abstract

Collaboration in agricultural land management is a common form of economic relationship in rural communities, including through the irrigation system that has developed in Suka Negeri Village. However, the implementation of such collaboration often faces issues of breach of contract due to unclear rights and obligations among the parties. In this study, we aim to analyze the fulfillment of the essential elements and conditions of the mukhabarah contract in the practice of the irrigation system, identify the forms of breach of contract that occur, and examine their implications for village life. Qualitative research was employed, utilizing semi-structured interviews with 16 informants. The results indicate that agreements are made orally without fulfilling the essential elements of the mukhabarah contract, leading to legal uncertainty and breach of contract by both parties. Such practices contradict the principles of al-wafa bi al-‘uqud and la dharara wa la dhirara in Islamic law. Policy recommendations include the requirement for written agreements and the strengthening of community-based mediation mechanisms.