Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEROHANIAN SISWA DIPASCA PANDEMI COVID-19 Singgih Prastawa; Ana Krisnawati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter kerohanian siswa dipasca pandemi covid-19 yang melanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakanmetode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa SMA, dengan penjaringan data wawancara, dan dokumen. Untuk analisis data menggunkan Miles and Huberman, dan keabsahan data menggunakan triangulasi. Adapun hasil kajian penelitian ini, guru dapat membentuk karakter kerohanian siswa di pasca pandemi dengan baik. Simpulan dalam penelitian ini maka guru dapat membentuk kerohanian siswa, guru Pendidikan Agama Kristen dapat mengajar dengan cara santai mendengarkan video, kelas online maupun dengan cara yang lain. Pendekatan yang digunakan di masa pandemi covid-19 menggunakan video, google classroom, dan aplikasi yang lainnya. Saran dalam penelitian ini adalah guru dapat membentuk kerohanian siswa di pasca pandemi, diharapkan siswa dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki kerohaniaan yang baik
Eksplorasi Peran Peer Counselor dalam Pencegahan Bullying pada Remaja: Studi Kualitatif di Kota Tanjungpinang Aniesaputri Junita; Ana Krisnawati; Rina Oktavia; Serly Serly; Nada Auliya; Nurul Mualimah; Zhavira Fiorent
Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus : Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/solusibersama.v3i3.3451

Abstract

Bullying remains a significant problem among adolescents and negatively affects their psychological well-being, social relationships, and academic development. To address this issue, a community service program was conducted to strengthen the role of peer counselors in preventing bullying among adolescents in Tanjungpinang City. The program involved 13 participants consisting of five peer counselors, three adolescents who had experienced bullying, and five healthcare professionals from the Youth Care Health Services Program (Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja [PKPR]). The activities included educational sessions, interactive discussions, simulations, and mentoring to enhance participants' knowledge and skills in bullying prevention. Program evaluation was carried out through Focus Group Discussions (FGDs) and interviews to obtain feedback regarding the implementation of peer counselor roles after the activities. The evaluation identified five key roles of peer counselors, namely educator, active listener, early detection agent, motivator, and bridge. These roles contributed to improving adolescents' understanding of bullying prevention, providing emotional support, facilitating early identification of bullying cases, motivating victims, and connecting them with teachers, parents, and healthcare professionals for appropriate assistance. This community service program demonstrated that strengthening the capacity of peer counselors through education and mentoring can support bullying prevention efforts and foster a safer and more supportive school environment.