Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran menulis cerita pendek pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri 37 Medan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis pengalaman. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII – A SMP Negeri 37 Medan dengan jumlah 32 siswa. Penelitian difokuskan pada peningkatan proses dan hasil menulis teks persuasi dengan menggunakan model pembelajaran berbasis pengalaman. Penelitian dilakukan dalam satu siklus yang pada setiap siklusnya terdapat empat komponen, yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes menulis teks persuasi, pengamatan, wawancara, catatan lapangan, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu statistik deskriptif dan deskriptif kualitatif. Bedasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis pengalaman dapat meningkatkan keterampilan menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 37 Medan. Peningkatan keterampilan menulis certeks persuasi dengan menggunakan model pembelajaran berbasis pengalaman dapat dilihat dari meningkatnya kualitas proses pembelajaran dan kualitas produk pembelajaran. Keberhasilan proses dapat dilihat dari keaktifan dan minat siswa selama mengikutikegiatan belajar mengajar. Misalnya, siswa menjadi lebih percaya diri dan berani untuk bertanya dan mengemukakan pendapat mereka di depan kelas. Siswa juga semakin fokus dan serius ketika diberi tugas menulis teks persuasi. Hal tersebut dikarenakan penggunaan model pembelajaran berbasis pengalaman yang mempermudah mereka dalam mencari dan mengembangkan ide menjadi sebuah cerita pendek. Selain itu, model pembelajaran berbasis pengalaman juga menuntut siswa untuk berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung