Penelitian ini menguji pengaruh integrasi Computational Thinking (CT) dalam pembelajaran matematika sekolah dasar terhadap kemampuan transfer pemecahan masalah, serta menelaah fidelity implementasi sebagai faktor moderator. Desain yang digunakan adalah kuasi-eksperimental tipe nonequivalent groups pretest–posttest dengan melibatkan 120 siswa kelas V dari empat kelas paralel pada dua sekolah dasar negeri, yaitu SDN 006 Langgini dan SDN 004 Langgini. Dua kelas ditetapkan sebagai kelompok intervensi yang mengikuti pembelajaran matematika terintegrasi CT selama delapan minggu, dengan penekanan pada dekomposisi masalah, pengenalan pola, abstraksi, penalaran algoritmik, dan debugging pada soal cerita multilangkah (misalnya pecahan dan perbandingan), sedangkan dua kelas lainnya menjadi kelompok pembanding yang mengikuti pembelajaran reguler. Kemampuan transfer pemecahan masalah diukur menggunakan rubrik analitik yang membedakan transfer dekat dan transfer jauh. Fidelity implementasi diukur melalui observasi kelas terstruktur yang mencakup kepatuhan terhadap rancangan, kualitas pelaksanaan, dan paparan waktu pembelajaran. Hasil ANCOVA (dengan mengontrol skor pretest) menunjukkan bahwa kelompok intervensi memperoleh skor posttest transfer yang lebih tinggi dibanding kelompok pembanding, F(1,117)=29,84, p<0,001, dengan ukuran efek bermakna (ηp²=0,203; Hedges’ g=0,89). Analisis multilevel mengonfirmasi ketahanan temuan dengan mempertimbangkan pengelompokan data pada level kelas (ICC=0,11) dan menunjukkan efek kelompok yang signifikan (β=7,42, SE=1,36, p<0,001). Uji moderasi menunjukkan interaksi signifikan antara kelompok dan fidelity, F(1,114)=6,92, p=0,010, yang mengindikasikan bahwa peningkatan transfer lebih kuat pada kelas dengan fidelity tinggi. Analisis komponen menunjukkan efek lebih besar pada transfer jauh (ηp²=0,213) dibanding transfer dekat (ηp²=0,136). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi CT berpotensi meningkatkan transfer pemecahan masalah matematika secara substansial pada siswa SD, terutama bila kualitas implementasi terjaga