Jidin Marinda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POLA KOMUNIKASI PEMBINA TAHFIZH DALAM PEMBINAAN AKHLAK SANTRI DI MAHAD TAHFIZH AL-BIRR KABUPATEN GOWA Jidin Marinda; Meisil B Wulur; Muh Syahruddin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola komunikasi yang digunakan oleh pembina dalam membina akhlak santri di Ma'had Tahfizh Al-Birr Kabupaten Gowa, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pembinaan akhlak santri di Ma'had Tahfizh Al-Birr Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yang dimana metode ini berfokus pada observasi langsung terhadap individu dalam lingkungan sendiri, serta berinteraksi dengan mereka dalam konteks bahasa dan istilah yang mereka gunakan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penilitian ini yaitu pendekatan komunikasi antar pembina yang mencakup interaksi di antara mereka selama kegiatan atau program tertentu. Hal ini dilakukan secara langsung di lokasi penelitian untuk memperoleh gambaran faktual sesuai dengan kondisi di lapangan. Wawancara melibatkan koordinator tahfidz, para pembina, serta beberapa mahasantri sebagai informan utama. Selain itu, dokumentasi yang digunakan mencakup sejumlah tabel di markaz tahfidz yang relevan dengan topik yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang diterapkan oleh guru dan pembina dalam pembinaan akhlak santri di Ma'had Tahfizh al-Birr mencakup keteladanan (Uswatun Hasanah), latihan dan pembiasaan (Tarbiyah Amaliyah), dialog dan diskusi, nasehat (Mauidzah), pendekatan personal, motivasi dan hukuman, serta pendidikan melalui kemandirian. Beberapa faktor yang mendukung dalam pembinaan akhlak santri mencakup motivasi yang diberikan oleh pembina, kesadaran internal santri, dukungan dari orang tua, serta pengaruh lingkungan yang positif. Namun, terdapat juga sejumlah hambatan dalam pembinaan akhlak, seperti santri yang mengalami kemunduran semangat (futur), pengaruh negatif dari orang tua, masalah kesehatan, serta kesulitan dalam metode menghafal. Meskipun tantangan ini masih ada, para pembina tetap berupaya secara maksimal untuk memastikan para santri memiliki akhlak yang mulia.