Penggunaan bahasa brainrot di media sosial telah menjadi tren komunikasi baru di kalangan Generasi Alpha. Bahasa ini dikenal melalui expresi seperti “skibidi”, “rizz”, dan “gyatt”, yang sering muncul dalam konten Youtube Shorts dan platform digital lainnya. Perubahan gaya berbahasa ini menarik untuk dikaji karena mencerminkan cara generasi muda membangun identitas sosial dan interaksi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penggunaan bahasa brainrot dalam menyampaikan maksud tertentu atau tujuan komunikatifnya, untuk mengidentifikasi penggunaan bahasa brainrot pada konten dan komentar Youtube Shorts serta memahami peran bahasa brainrot sebagai representasi identitas sosial dan budaya komunikasi Generasi Alpha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui konteks penggunaan serta makna sosial yang terkandung dalam setiap bentuk tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa brainrot digunakan terutama untuk mengekspresikan humor, sindiran, membangun keakraban, serta penggunaan bahasa ini juga berperan sebagai simbol keanggotaan komunitas daring dan bentuk kreativitas ekspresi di kalangan Generasi Alpha. Bahasa brainrot tidak hanya menjadi bahasa populer di dunia maya, tetapi juga cerminan dari perubahan sosial dan budaya komunikasi di era digital. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana generasi muda membangun identitas, solidaritas, serta dinamika interaksi baru yang memadukan bahasa, teknologi, dan budaya pop sebagai ekspresi diri di masa modern.