Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Guru Akidah Akhlak Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Di MTs Muhammadiyah Datarang, Kabupaten Gowa Fauzan, Ahmad; Abdul Karim, Bisryi; Syahrul, Muhammad; Rosmiati, Rosmiati; Abu Baedah, Said Syaripuddin
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i2.1430

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan strategi guru Akidah Akhlak dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas VIII B MTs Muhammadiyah Datarang. Tujuannya adalah mengidentifikasi jenis kesulitan belajar siswa, strategi pembelajaran yang diterapkan, dan faktor-faktor penentu keberhasilannya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap guru dan siswa, serta analisis dokumen berupa rencana pembelajaran dan catatan guru. Temuan penelitian mengungkapkan siswa kelas VIII B mengalami kesulitan belajar multidimensi, meliputi aspek kognitif (kesulitan menghafal dan memahami materi), afektif (motivasi dan minat belajar rendah), dan psikomotorik (kesulitan membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar). Guru Akidah Akhlak menerapkan strategi pembelajaran terpadu yang terdiri atas: pendekatan individu sesuai kemampuan siswa, pembentukan kebiasaan belajar positif, serta pendekatan konseling untuk meningkatkan motivasi belajar dan penguatan nilai-nilai Islam. Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh komitmen dan dedikasi guru, hubungan positif guru-siswa, serta kolaborasi yang kuat antara guru, sekolah, dan orang tua. Namun penelitian ini juga mengungkap beberapa kendala, yaitu disparitas kemampuan akademik siswa, keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, serta kurangnya dukungan orang tua terhadap pembelajaran di rumah. Temuan ini menyoroti pentingnya strategi pembelajaran yang lebih holistik dan kolaborasi yang lebih erat antar pemangku kepentingan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa.
FUNGSI HUKUM ISLAM SEBAGAI KONTROL SOSIAL : (KORELASINYA SEBAGAI SARANA PEMBINAAN KARAKTER SUAMI ISTRI) Abu Baedah, Said Syaripuddin
El 'Ailaah Vol 5 No 1 (2026): El 'Aailah: Jurnal Kajian Hukum Keluarga
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/aailah.v5i1.362

Abstract

The main topic discussed in this article is the function of Islamic law as a form of social control and its correlation as a means of fostering the character of husbands and wives. This article aims to: (1) describe the social dimensions of marriage in Islam, and (2) explain how Islamic law plays a role in maintaining and cultivating human morality, particularly within family life. This study is a descriptive literature review employing a multidisciplinary approach, including normative-juridical, maslahat (public interest), philosophical, and sociological approaches. The findings indicate that the social dimensions of marriage in Islam take various forms, including safeguarding human existence on earth, preserving honor and clarity of lineage, protecting society from moral decadence, preventing the spread of diseases (especially sexually transmitted diseases), and providing spiritual tranquility for human beings. The role of Islamic law in maintaining human morality can be observed through the regulation of criminal sanctions, particularly taʿzīr sanctions, in addition to ḥudūd and qiṣāṣ. Taʿzīr sanctions are punishments whose types and measures are not explicitly specified in the textual sources, but are left to the discretion of rulers or judges based on considerations of public welfare (maṣlaḥah). The imposition of taʿzīr sanctions aims to correct, educate, and rehabilitate offenders. The practice of religious teachings through a commitment to the enforcement of Islamic law in household life constitutes an important space for the expression of religious experience. Thus, Islamic law can truly serve as a comprehensive guide for human life, leading to the attainment of both spiritual and physical well-being, and to the realization of a harmonious individual and social order within the framework of raḥmatan li al-ʿālamīn.