Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan pengolahan limbah kopi sebagai kombucha cascara Setiyono, Setiyono; Savitri, Dyah Ayu; Patricia SM., Susan Barbara; Arum, Ayu Puspita; Nurrahmi, Tyas Putri Yulia; Rosania, Shela; Novijanto, Noer
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22022

Abstract

AbstrakKopi merupakan salah satu komoditas yang berperanan penting didalam sektor perkebunan Indonesia. Produksi kopi Bondowoso pada tahun 2023 adalah sebesar 10420 ton, jumlah produksi kopi terbesar ketiga di Jawa Timur setelah Malang dan Banyuwangi. Desa Curahpoh merupakan salah satu daerah penghasil kopi robusta dan arabika yang terletak di kaki Gunung Argopuro, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Saat ini petani Desa Curahpoh yang tergabung didalam kelompok Tani LMDH Argo Santoso telah membudidaya kopi sebagai salah satu mata pencaharian yang potensial. Namun adanya kegiatan budidaya dan pengolahan pasca panen kopi menghasilkan limbah berupa kulit kopi yang dapat menyebabkan polusi dan kerusakan lingkungan. Limbah kulit kopi dapat diolah lebih lanjut sehingga bernilai lebih tinggi. Program ini bertujuan untuk melatih masyarakat Desa Curahpoh untuk mengolah limbah kulit kopi menjadi kombucha cascara. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 20 orang. Program ini dilaksanakan melalui tahap pelatihan, praktek dan evaluasi. Hasil program menunjukkan bahwa peserta mampu menguasai teknik pembuatan kombucha cascara. Bahkan peserta melakukan inovasi dan sosialisasi produk kombucha cascara kepada masyarakat lebih luas. Kata kunci: cascara; curahpoh; kombucha; kopi; limbah AbstractCoffee is a commodity that plays an important role in the Indonesian plantation sector. Bondowoso coffee production in 2023 will be 10,420 tons, the third largest amount of coffee production in East Java after Malang and Banyuwangi. Curahpoh Village is one of the robusta and arabica coffee producing areas located at the foot of Mount Argopuro, Curahdami District, Bondowoso Regency, East Java Province. Currently, Curahpoh Village farmers who are members of the LMDH Argo Santoso Farmers group have cultivated coffee as a potential source of income. However, coffee cultivation and post-harvest processing activities produce waste in the form of coffee skins which can cause pollution and environmental damage. Coffee skin waste can be processed further so that it has higher value. This program aims to train the people of Curahpoh Village to process coffee skin waste into kombucha cascara. There were 20 participants who took part in this activity. This program is implemented through training, practice and evaluation stages. The program results showed that participants were able to master the technique of making kombucha cascara. Participants even innovated and socialized cascara kombucha products to the wider community. Keywords: cascara; coffee; curahpoh; kombucha; waste
Pendampingan budidaya jamur tiram putih dengan baglog berbasis limbah kopi di Desa Curahpoh Bondowoso Setiyono, Setiyono; Meliala, Susan Barbara Patricia Sembiring; Nisak, Fauziatun; Arum, Ayu Puspita; Savitri, Dyah Ayu; Rosania, Shela; Anggraini, Febri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37833

Abstract

Abstrak Desa Curahpoh, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu sentra potensial pengembangan komoditas kopi Robusta dan Arabika. Pada umumnya, kopi petik merah di wilayah ini diolah menggunakan metode natural sehingga menghasilkan green bean dan limbah berupa kulit kopi. Selama ini, limbah kulit kopi belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung ditelantarkan, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Padahal, limbah kulit kopi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan campuran media tanam baglog jamur tiram putih yang dapat mendukung diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah di tingkat petani. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada Kelompok Tani LMDH Argo Santoso Desa Curahpoh dalam pengelolaan limbah kulit kopi sebagai campuran media tanam baglog untuk budidaya jamur tiram putih. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani LMDH Argo Santoso yang beranggotakan 21 orang petani kopi aktif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan, yang meliputi penyampaian materi teori serta praktik langsung pembuatan baglog jamur tiram putih berbasis limbah kulit kopi. Peserta terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pencampuran bahan, pencetakan baglog, hingga proses inkubasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki tingkat partisipasi dan antusiasme yang tinggi selama pelaksanaan program. Selain itu, baglog berbasis limbah kulit kopi yang dihasilkan mampu memproduksi jamur tiram putih dengan kualitas yang baik. Kegiatan ini memberikan alternatif pemanfaatan limbah kopi sekaligus membuka peluang pengembangan usaha budidaya jamur tiram putih bagi masyarakat Desa Curahpoh. Kata kunci: baglog; jamur tiram; kulit kopi; lokal; pendampingan. Abstract Curahpoh Village, Curahdami District, Bondowoso Regency, is a potential center for the development of Robusta and Arabica coffee commodities. Generally, red-picked coffee in this area is processed using natural methods, resulting in green beans and coffee husks. To date, coffee husk waste has not been optimally utilized and tends to be neglected, potentially causing environmental problems. In fact, coffee husk waste has the potential to be used as a mixed material for planting bags for white oyster mushrooms, which can support product diversification and increase added value at the farmer level. This community service program aims to provide assistance to the LMDH Argo Santoso Farmers Group in Curahpoh Village in managing coffee husk waste as a mixed planting medium for baglog cultivation for white oyster mushrooms. The activity partner is the LMDH Argo Santoso Farmers Group, which has 21 coffee farmers. The activity implementation method is a training and mentoring approach, which includes the delivery of theoretical material and direct practice in making white oyster mushroom baglogs from coffee husk waste. Participants are actively involved in all stages of the activity, from mixing the ingredients, printing the baglogs, to the incubation process. The results of the activity showed a high level of participation and enthusiasm from participants throughout the program. Furthermore, the coffee husk-based baglog produced produced high-quality white oyster mushrooms. This activity provides an alternative use for coffee waste and opens up opportunities for the development of white oyster mushroom cultivation for the Curahpoh Village community. Keywords: baglog; coffee husk; community service mentoringl; local; oyster mushroom.