Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Kitab Tafsir Fathul Qadir Muhammad Bin Ali Asyaukani Husni Idrus; Zulfiah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 14 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tafsir sering diidentikan dengan mufassir dan prodak tafsirnya. Kedunya tidak dipisahkan satu dan lain justru keduanya saling memiliki relasi dan taukid menegaskan hubungan makna dan penafsir. Asyaukani di antara mufasir terkemuka yang memiliki prodak tafsir berupa karya monumentanya Fathul Qadir. Tulisan ini bertujuan untuk mendesikripsikan metode tafsir Asyaukani dalam kitab Fathul Qadir. Tulisan ini menemukan bahwa tafsir Asyaukani menggunakan metode komparatif antara riwayah dan dirayah. Metode riwayah adalah metode tafsir Al Qur’an dengan Al Qur’an, Al-Qur’an dan Hadis serta qaul para sahabat. Sementara metode dirayah menggunakan kaidah penafsiran lainnya yang memperkuat penafsiran (bir ra’y). Dengan dua metode ini Asyaukani menggunakan 4 teknik interpretasi: tekstual, korelatif, linguistik, kultur dan logis. Keempat teknik ini kemudian didemosntrasikan pada penafsiran surat Al Fatihah.
Kaidah Tafsir Dan Asbabun Nuzul Zulfiah; Husni Idrus
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 14 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan beberapa kaidah tafsir yang memiliki hubungan dengan asbab nuzul. Penelitian ini adalah penelitian pustaka yang dalam penjabarannya menggunakan pendekatan historis (kesejarahan). Penelitian ini menemukan bahwa untuk memahami tafsir Al- Qur’an sangat dibutuhhkan untuk melibatkan kaidah asbab nuzul sebelum menyimpulkan makna kandungan setaiap Al- Qur’an. Pemahman yang mendalam tentang asbab nuzul membantu untuk mengetahui proses dinamika (timbal-balik) antara wahyu dan realitas, seakan-akan wahyu memandu dan memberikan solusi terhadap problem sosial yang muncul saat itu. Sehingga memahami Al-Qur’an tanpa konteks sebab turunnya hanya akan melahirkan pengamalan simbolistik-normatif. Dengan menggunakan kaidah- kaidah asbab nuzul juga membantu memahami konsep menentukan ayat- ayat makkiyah dan madaniyah serta proses makna yang ditimbulkan dengan kaidah itu sendiri
Mazhab Tafsir Madinah, Karakteristik Dan Tokoh-Tokohnya Husni Idrus; Zulfiah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 13 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madinah salah satu kota pengembangan keilmuan Al-Qur’an yang lahir bersama para tokoh-tokohnya. Makalah ini bertujuan memotret kembali keilmuan dan mazhab tafsir di kota Madinah pasca dakwah hijrah Rasulullah Saw. Penelitian ini adalah penelitian pustaka yang mengungkap objek penelitiannya dengan cara mengumpulkan semua data tertulis berkaitan dengan perkembangam tafsir di kota madinah. Di samping itu penelitian ini mengunakan metode komparatif historistik berkaitan dengan kesejarahan tafsir dari masa ke masa. Dengan metode ini ditemukan ternyata di kota madinah perkembangan tafsir sangat ramai dibincangkan dengan karakteristik model tafsir, bersama para tokoh-tokonya yang sangat inspiratif. Di anatara tokoh sahabat yang mengembangkan tafsir di kota ini adalah Ubay Bin Kaab Ra yang memiliki santri dan pengikut yang banyak. Ubay bin Kaab mengajarkan tafsir dengan metode riwayah yang pernah diajarkan para sarabat sebelumnya dari Rasulullah Saw. Di samping Ubay Bin Ka’ab ada juga beberapa madrasah tafsir yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh tafsir lainnya. Di antaranya madrasah tafsir Abul Aliyah Ra, Muhammad Ibn Ka’ab al-Qarzhi Ra dan Zaid Bin Aslam Ra yang masing-masing memiliki pengikut yang tidak sedikit dari generasi tabiin.
Falsafah Manusia Dalam Al-Qur’an Zulfiah; Husni Idrus
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 13 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kembali hakikat manusia perspektif Al-Qur’an. Untuk mendapatlkan informasi tentang hakikat manusia dalam kitab suci Al- Qur’an, Penulis malakukan riset berbasis data pustaka yang berpijak melalui kajian tafsir seputar manusia. Di damping itu juga mecoba mendalami samudra hakikat makna manusia melalui pendekat linguistik dan psikologi. Dengan tekknik ini di temukan bahwa Al-Qur’an mengungkap hakikat manusia dengan memperkenalkan istilah-istilah yang menujuk pada manusia itu sendiri. Kata Basyarun (بشر ) yaitu manusia dalam arti fisis-biologis. Manusia dilihat sudut fisik tidaklah jauh berbeda dengan hewan. Manusia bisa makan, minum, tidur, sakit dan mati. Kata Insan/An-Naas manusia yang selalu lupa dan berwatak melanggar ketentuan Allah swt. Istilah bani adam artinya susunan keturunan anak cucu anak Nabi Adam dan generasi selanjutnya. Sementara itu Khalifah, kekhalifahan mengharuskan makhluk yang diserahi tugas itu melaksanakan tugasnya sesuai dengan petunjuk Allah yang memberinya tugas dan wewenang