Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Sanitasi Lingkungan dan Status Gizi dengan Infeksi Kecacingan pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Singosari, Boyolali Irawan, Nurul Anira; Sari, Yulia; Haryati, Sri; Negara, Khesara Sastrin Prasita
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i1.1085

Abstract

Pendahuluan: Infeksi kecacingan disebabkan oleh kelompok cacing parasit soil transmitted helminths (STH) dan non-STH. Infeksi kecacingan dapat dipengaruhi oleh sanitasi lingkungan yang buruk serta status gizi yang tidak baik. Anak-anak usia sekolah sangat rentan terhadap infeksi kecacingan karena aktivitasnya yang erat dengan tanah, terutama yang bertempat tinggal di sekitar peternakan dan memiliki orang tua dengan tingkat pendapatan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran sanitasi lingkungan dan status gizi dengan infeksi kecacingan pada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Singosari, Boyolali.  Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di MI Singosari, Boyolali. Subjek penelitian adalah seluruh siswa MI Singosari yang berjumlah 63 siswa. Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan data sanitasi lingkungan dan data tinggi dan berat badan siswa didapatkan dari hasil pengukuran antropometri. Pemeriksaan feses dilakukan dengan metode langsung dengan larutan NaCl 0,9% dan lugol di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang mengalami infeksi kecacingan. Data juga menunjukkan bahwa 76,2% siswa memiliki sumber air bersih yang baik, 60,3% memiliki kondisi jamban yang baik, 50,8% memiliki kondisi saluran pembuangan air limbah yang baik, 84,1% memiliki kondisi tempat sampah yang baik, 77,8% memiliki kondisi lantai yang baik, dan 69,8% memiliki status gizi yang baik. Kesimpulan: Siswa MI Singosari, Boyolali tidak ada yang mengalami infeksi kecacingan dan mayoritas siswa memiliki kondisi sanitasi lingkungan dan status gizi yang baik.  
Edukasi Pencegahan Sindroma Metabolik sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Munawaroh, Siti; Yunita, Fresthy Astrika; Nurliyani BR, Ririn; Ashma, Aisya Nailatul; Savitri, Annisa Rizki; Al-Shoud, Auliya Abdullah; Fauziyyanti, Dea; Shalihah, Farah; Aziz, Imrom Maulana; Annisa, Kavita Shafa; ‘Izuddin, Muhammad; Irawan, Nurul Anira; Afifah, Rosati; Nurintan Silalahi, Tania Jesika; Amalia Hasna, Zahra Roidah; Bella, Fatasya Salsa; Purwanti, Elisa Desi; Qisthi Fatmawati, Dyah Ayu; Haniifah, Dzakiyyatul; Susanti, Eka Nurulita
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i1.71251

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik merupakan penyakit yang banyak bermunculan dikehidupan yang semakin modern saat ini. Hal ini sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan. Tingginya angka kesakitan sindroma metabolik memerlukan tindakan pencegahan agar tidak semakin bertambah banyak. Selain itu diperlukan juga pemahaman dan penanganan sindrom metabolik agar komplikasi yang muncul akibat penyakit ini bisa diminimalisir.Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan penyuluhan kesehatan sesuai permasalahan kesehatan yang dihadapi kepada masyarakat di dukuh Klipan, Desa Tohudan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar.Metode: Pengabdian masyarakat dimulai dengan melakukan penilaian kesehatan keluarga di wilayah Klipan. Hasil penilaian masalah kesehatan yang ada kemudian dianalisis untuk menentukan topik edukasi kesehatan yang bisa bermanfaat besar bagi masyarakat di wilayah tersebut. Setalah topik penyuluhan ditetapkan maka dibuatlah media penyuluhan dan koordinasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan.Hasil dan pembahasan: permasalahan utama yang dihadapi oleh 18 keluarga yang tinggal di Klipan adalah sindrom metabolik. Penyuluhan diberikan kepada 20 peserta. Kegiatan berjalan dengan lancar mendapatkan kesan yang baik dari masyarakat.Kesimpulan: Kegiatan edukasi kesehatan dengan topik sindrom metabolik sudah tepat dilakukan sesuai dengan hasil penilaian kesehatan keluarga di Klipan, Tohudan, Colomadu, Karanganyar.