Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implikasi Yuridis Penerapan Kode Etik Profesi Advokat Pada Lembaga Bantuan Hukum Di Perguruan Tinggi Adeffian, Choirul; Nurhikmah, Sri Riski; Priyana, Puti
MORALITY: Jurnal Ilmu Hukum Vol 10 No 1 (2024): Morality : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas PGRI Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52947/morality.v10i1.476

Abstract

Lembaga bantuan hukum di perguruan tinggi dan advokat memiliki persinggungan dalam hal etik keduanya merupakan entitas yang berbeda namun memiliki fungsi sebagai sarana pelayanan bantuan hukum. Advokat pada lembaga bantuan hukum perguruan tinggi memiliki keterbatasan ruang dalam memberikan layanan bantuan hukum dengan tujuan untuk mengetahui pengaturan kode etik profesi advokat serta relevansinya, pengaturan layanan bantuan hukum serta relevansi penerapannya dan pengaturan etik bagi advokat lembaga bantuan hukum pada perguruan tinggi yang memberikan layanan bantuan hukum melalui pendekatan yuridis normatif yang fokus pada studi kepustakaan. Berdasarkan hal tersebut dapat diuraikan bahwa advokat pada lembaga bantuan hukum di perguruan tinggi nyatanya memiliki keterbatasan dalam memberikan layanan bantuan hukum karena dibebankan etik yang mengatur secara berlapis.
Reconstructing State Financial Audit Authority Post-Constitutional Court Decision No. 28/PUU-XXIV/2026 Noor, Aslan; Rizaldi, Dea Eka; Suprianto, Yusup; Irawan, Andri; Adeffian, Choirul
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v8i1.9700

Abstract

Indonesia's constitutional framework assigns the Financial Audit Agency (BPK) an exclusive audit mandate under Article 23E (1) of the 1945 Constitution. However, persistent institutional dualism has allowed bodies such as BPKP and APIP to calculate state financial losses in corruption proceedings, thereby generating fundamental legal uncertainty. The normative ambiguity of Articles 603 and 604 of Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code, which fail to designate the authorized institution or measurement standard for state losses. This study examines how audit authority may be defined in terms of normative criteria and the implications of Constitutional Court Decision Number 28/PUU-XXIV/2026 for Indonesia's state financial accountability system. A normative legal method is employed, combining statutory, conceptual, and case approaches with systematic, teleological, and historical interpretation. The study finds that the audit authority is of an attributive-constitutional character, grounded exclusively in Article 23E. The decision institutionally repositions BPKP and APIP as internal oversight bodies, procedurally obligates law enforcement to rely on BPK findings, and constitutionally reinforces legal certainty under Article 28D paragraph (1). This study contributes to the concept of constitutionalization of audit authority as a framework for understanding how independent oversight institutions are embedded within and protected by the constitutional order.