Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARBON AKTIF KULIT SINGKONG (Manihot utilissima) UNTUK PENYISIHAN FOSFAT AIR LIMBAH LAUNDRY ARTIFISIAL Saud, Muhamad Nur Ibnu Luthfi; Amukti, Muhammad Yoga; Hudayarizka, Riza; Anifah, Eka Masrifatus
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i1.25-36

Abstract

Konsentrasi fosfat yang tinggi pada air limbah laundry perlu diolah karena dapat menyebabkan eutrofikasi. Eutrofikasi di badan air dapat berdampak langsung bagi makhluk hidup. Selain itu, banyaknya pemanfaatan singkong sebagai bahan makanan berpotensi menghasilkan limbah biomassa seperti kulit singkong. Limbah kulit singkong mengandung karbon dan selulosa yang baik untuk dijadikan karbon aktif. Salah satu metode yang efektif, efisien, dan murah untuk menurunkan konsentrasi fosfat adalah adsorpsi menggunakan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dosis dan waktu kontak untuk menurunkan fosfat dalam air limbah laundry artificial serta menentukan kinetika adsorpsi yang terjadi. Penelitian dilakukan secara batch menggunakan variasi dosis adsorben 2-10 gr/L dan waktu kontak 15-120 menit dengan kecepatan pengadukan 110 RPM. Karbon aktif dihasilkan melalui proses karbonisasi kulit singkong dan aktivasi dengan NaOH 0,3 N. Hasil penyisihan optimum sebesar 8% didapatkan pada dosis adsorben 4 gr/L dengan waktu kontak 60 menit. Kinetika adsorpsi yang didapatkan termasuk model Orde Dua Semu.
Sistem Penyiraman Otomatis pada Vegetasi Lebah Kelulut Kelompok Tani Karamunting Kota Balikpapan Saud, Muhamad Nur Ibnu Luthfi; Hudayarizka, Riza; Raharja, Rahmad; Fauzan, Muhammad; Yunus, M Nur Alif Humam El; Prabowo, Alfandi Yusuf; Kurniawan, Aa; Meiriyansyah, Affredo; Fathurrahman, Ahmad Dicky; Ramadhan, Bima Wahyu; Ramadhani, Aditya Fitrah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.17267

Abstract

Vegetasi yang baik akan menghasilkan nektar dan bermanfaat bagi lebah kelulut sebagai sumber nutrisi. Pertumbuhan vegetasi akan dipengaruhi oleh unsur hara tanah dan ketersediaan air yang cukup. Budidaya lebah kelulut yang dikelola oleh kelompok Tani Karamunting Kota Balikpapan memiliki beberapa tantangan terkait vegetasi, seperti jarak tanam vegetasi yang tersebar, tingkat kelembapan tanah yang tidak terkontrol, serta penyiraman yang masih secara manual dan bertahap. Kemajuan teknologi dapat membantu masalah tersebut, salah satunya melalui sistem penyiraman secara otomatis yang berbasis sensor kelembapan tanah. Sistem penyiraman akan membaca tingkat kelembapan air di dalam tanah dan selanjutnya memerintahkan keran air dan pompa bekerja, serta otomatis berhenti saat kelembapan tanah tercukupi. Sistem ini akan terintegrasi dengan tanki penyimpanan air, pompa air, dan penyiram tanaman sehingga mempermudah kerja petani lebah. Kegiatan ini juga mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. Hasil implementasi sistem ini terbukti memudahkan petani budidaya lebah kelulut dalam penyiraman vegetasi. Terlihat kualitas vegetasi semakin baik dan menandakan bahwa kuantitas dan kualitas nektar yang dihasilkan cukup untuk nutrisi lebah kelulut..