Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tipologi Natas: Ruang Publik Tradisional di Wilayah Manggarai Prakosa, Wahyu; Hendro Prabowo; Purnami, Wahyuni; Naingalis, Rosarius; Agung Wahyudi; Agus Suparman
RUAS Vol. 21 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2023.021.02.12

Abstract

Natas is a public space in Manggarai with various forms. The shape and orientation of natas are influenced by parrots. This is based on the shape, orientation, location of the compang and the presence of mbaru. This research uses a qualitative descriptive method with the steps: identifying the typology of shape and orientation of natas through field observations and interviews as well as indirect observation via Google Maps and Google Earth, analyzing the relationship between natas, compang and mbaru, creating patterns and formulating shapes and orientations based on natas typology. The results of this research reveal the diversity of natas shapes with a dominance of circular shapes and a tendency to follow parrots spatially. Natas is a place of social activities and traditional ceremonies that represent the unity of the Manggarai community.
STUDI ARSITEKTUR NEOVERNAKULAR DENGAN PENDEKATAN VERNAKULAR KAMPUNG ADAT URUG PADA REDESAIN BANGUNAN KANTOR BUPATI BOGOR Prayoga Fahlul Hidayat; Agus Suparman
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi pada sektor konstruksi di Indonesia memicu krisis jati diri arsitektur, termasuk di pusat pemerintahan Kabupaten Bogor yang kini didominasi bangunan fungsional tanpa karakter budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kembali Kantor Bupati Bogor dengan mengintegrasikan identitas budaya Sunda guna mengatasi "alienasi visual" pada kawasan publik. Topik ini krusial karena peran arsitektur pemerintahan sebagai landmark sekaligus representasi memori kolektif masyarakat. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan arsitektur neovernakular dengan prinsip double coding. Tahapan diawali dengan identifikasi nilai-nilai arsitektur tradisional pada bangunan Gedong Ageung di Kampung Adat Urug, meliputi tatanan ruang hierarkis, struktur panggung responsif seismik, dan geometri atap fungsional. Elemen-elemen tersebut kemudian ditransformasikan ke dalam desain kontemporer menggunakan teknologi konstruksi modern seperti material baja bentang lebar dan panel fasad inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan neovernakular mampu menciptakan rekonsiliasi antara kemajuan fungsional dan pelestarian nilai filosofis. Kesimpulannya, penggabungan esensi lokal Kampung Adat Urug ke dalam desain Kantor Bupati Bogor tidak hanya memperkokoh citra kawasan, tetapi juga menciptakan simbol birokrasi yang berwibawa, adaptif, dan berakar kuat pada kearifan lokal masyarakat Sunda.