Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUATION OF COASTAL COMMUNITY EMPOWERMENT POLICIES IN SELAYAR ISLANDS REGENCY Azizah, Andi Azka; Yamin, Muh Nur; Akib, Haedar
Jurnal Aktor Vol 5, No 1 (2025): October
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/aktor.v5i1.78060

Abstract

ThisresearchaimstodeterminetheevaluationofcoastalcommunityempowermentpoliciesinSelayarIslands Regency, specifically in Parak Village, Bontomanai District. This research uses qualitative methods and produces descriptive data. Data collection uses interview, documentation and observation techniques. The results of the research show that in the evaluation of coastal community empowerment policies in Parak Village, Bontomanai District, Selayar Islands Regency through the distribution of converter machine assistance, as seen from the six (6) indicators, there are three (3) indicators that have been running well, namelyefficiency,adequacyandlevelingofmatters.Thiscanbeseenfromtheoverallaiddistributionprocess which is considered successful because it runs smoothly and is in accordance with the program objectives, namely saving operational costs for fishermen and the process of nominating potential aid recipients is in accordance with program requirements, and there are three (3) indicators that are not yet running. well, namelyeffectiveness,responsivenessandaccuracy.Thiscanbeseenfromthenumberoffishermenwhodo not use the assistance as they should, only 19 people (27.53%) ofthe totalinformants numbering 69 people who until now are still using the assistance provided by the government according to with the aim of the empowerment program
Evaluasi Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Kabupaten Kepulauan Selayar Azizah, Andi Azka; Haning, Mohamad Thahir
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 1 (2025): Nopember 2025, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i1.823

Abstract

Kemiskinan dikalangan masyarakat pesisir masih menjadi tantangan utama pembangunan di Indonesia, khususnya di Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melaksanakan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) melalui bantuan mesin konverter bagi nelayan kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan program konversi tersebut di Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar dengan menggunakan enam indikator evaluasi kebijakan William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik pattern matching untuk membandingkan data empiris dengan kerangka konseptual, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator efisiensi, kecukupan, dan pemerataan telah tercapai dengan baik, yang tercermin dari kelancaran proses distribusi serta kesesuaian program dengan tujuan untuk menurunkan biaya operasional nelayan dan memastikan penerima bantuan yang tepat sasaran. Namun demikian, indikator efektivitas, responsivitas, dan ketepatan belum tercapai secara optimal karena hanya 19 dari 69 informan (27,53%) yang masih menggunakan mesin konverter sesuai dengan tujuan program. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun program ini telah mencapai sebagian keberhasilan, masih diperlukan upaya lanjutan untuk meningkatkan pemanfaatan jangka panjang serta memperkuat responsivitas penerima manfaat dalam rangka mendorong keberlanjutan dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Evaluasi Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Kabupaten Kepulauan Selayar Azizah, Andi Azka; Haning, Mohamad Thahir
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 1 (2025): Nopember 2025, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i1.823

Abstract

Kemiskinan dikalangan masyarakat pesisir masih menjadi tantangan utama pembangunan di Indonesia, khususnya di Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melaksanakan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) melalui bantuan mesin konverter bagi nelayan kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan program konversi tersebut di Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar dengan menggunakan enam indikator evaluasi kebijakan William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik pattern matching untuk membandingkan data empiris dengan kerangka konseptual, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator efisiensi, kecukupan, dan pemerataan telah tercapai dengan baik, yang tercermin dari kelancaran proses distribusi serta kesesuaian program dengan tujuan untuk menurunkan biaya operasional nelayan dan memastikan penerima bantuan yang tepat sasaran. Namun demikian, indikator efektivitas, responsivitas, dan ketepatan belum tercapai secara optimal karena hanya 19 dari 69 informan (27,53%) yang masih menggunakan mesin konverter sesuai dengan tujuan program. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun program ini telah mencapai sebagian keberhasilan, masih diperlukan upaya lanjutan untuk meningkatkan pemanfaatan jangka panjang serta memperkuat responsivitas penerima manfaat dalam rangka mendorong keberlanjutan dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.