Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simbol Kekuasaan Ilahi dan Keruntuhan Arogansi: Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Surat al-Fil. Muliadi, Muliadi; Taufiq, Wildan; Yudistira, Saptanadi
Hadara : Journal of Da'wah and Islamic Civilization Vol. 1 No. 2 (2025): Hadara: Journal of Da'wah and Islamic Civilization
Publisher : PT. Student Rihlah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61630/hjdic.v1i2.15

Abstract

This research aims to analyze the layered meanings in Surat al-Fil using Roland Barthes' semiotic approach, particularly to reveal the denotative and connotative meanings of the main symbols in the surah. This study employs a qualitative-descriptive method with a text analysis approach. Primary data is derived from the text of Surat al-Fil, while secondary data consists of scholarly references related to semiotics and Qur’anic exegesis. The results of the study show that symbols such as Tairan Ababil, Hijaaratin min sijjil, and Ka’asfin Ma’kul not only describe the historical events of the destruction of the elephant army (denotative meaning) but also contain a mythological narrative about divine intervention against forms of worldly arrogance. The novelty of this research lies in the integration of Barthes' theory in interpreting Surat al-Fil as a symbolic discourse of resistance against ideological domination and tyrannical power. Implicitly, this approach opens up space for critical-ideological contemporary interpretations in understanding divine messages and can serve as a narrative basis for shaping social awareness and public policy based on divine values.
Institusionalisasi Nilai Qur’ani dalam Program Tahfidz Entrepreneur di Pesantren Baitul Izzah Nusantara (BIN) Yudistira, Saptanadi
Al Mudzakarah Vol. 2 No. 2 (2025): Al Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses institusionalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam program Tahfidz Entrepreneur di Pondok Pesantren Baitul Izzah Nusantara (BIN). Program ini merupakan model pendidikan terpadu yang menggabungkan hafalan al-Qur’an dengan praktik kewirausahaan sebagai implementasi visi pesantren “Hidup dan Menghidupi.” Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta telaah dokumen kelembagaan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka New Institutional Theory yang menekankan tiga bentuk isomorfisme: koersif, mimetik, dan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Qur’ani berfungsi sebagai pilar normatif dominan yang membentuk legitimasi, arah kebijakan, dan struktur program Tahfidz Entrepreneur. Pilar normatif tersebut tidak hanya mengatur perilaku santri dan pengelola, tetapi juga melekat dalam kurikulum, praktik bisnis, dan budaya pesantren. Program ini membuktikan bahwa spiritualitas dapat berperan sebagai fondasi etis bagi aktivitas ekonomi produktif, sekaligus menciptakan model kelembagaan pesantren yang adaptif dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis melalui konsep Institusionalisasi Qur’ani serta menghasilkan model praktis yang dapat direplikasi pada lembaga pendidikan Islam lainnya.