Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses institusionalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam program Tahfidz Entrepreneur di Pondok Pesantren Baitul Izzah Nusantara (BIN). Program ini merupakan model pendidikan terpadu yang menggabungkan hafalan al-Qur’an dengan praktik kewirausahaan sebagai implementasi visi pesantren “Hidup dan Menghidupi.” Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta telaah dokumen kelembagaan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka New Institutional Theory yang menekankan tiga bentuk isomorfisme: koersif, mimetik, dan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Qur’ani berfungsi sebagai pilar normatif dominan yang membentuk legitimasi, arah kebijakan, dan struktur program Tahfidz Entrepreneur. Pilar normatif tersebut tidak hanya mengatur perilaku santri dan pengelola, tetapi juga melekat dalam kurikulum, praktik bisnis, dan budaya pesantren. Program ini membuktikan bahwa spiritualitas dapat berperan sebagai fondasi etis bagi aktivitas ekonomi produktif, sekaligus menciptakan model kelembagaan pesantren yang adaptif dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis melalui konsep Institusionalisasi Qur’ani serta menghasilkan model praktis yang dapat direplikasi pada lembaga pendidikan Islam lainnya.
Copyrights © 2025