Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menggunakan srategi komunikasi digital dalam meningkatkan daya tarik konsumen melalui media sosial. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara UMKM memasarkan produk dan berinterkasi dengan pembeli. Meski demikian, masih banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam memanfaatkan media sosial secara efektif karena rendahnya kemampuan dalam menggunakan teknologi dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara daring menggunakan Google Form terhadap empat pelaku UMKM di wilayah Kp. Pasanggrahan Cisarua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok digunakan sebagai media utama karena mudah diakses dan mampu menjangkau banyak orang. Strategi yang digunakan mencakup penggunaan konten secara rutin, melakukan interaksi aktif dengan konsumen melalui pesan dan komentar, serta memanfaatkan fitur promosi digital untuk meningkatkan partisipasi. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, kurangnya ide kreatif, serta adanya tanggapan negatif dari konsumen. Beberapa pelaku usaha mengatasi masalah ini dengan merekrut orang yang mengelola media sosial atau mengikuti pelatihan tentang pemasaran digital. Secara keseluruan, strategi komunikasi digital terbukti bisa memperkuat hubungan antara pelaku UMKM dan konsumen, meningkatkan citra merek, serta mendorong ketetapan pelanggan. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital, kreativitas, dan adaptasi terhadap perubahan algoritma media sosial agar strategi yang di tetapkan lebih efektif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi panduan sekaligus referensi praktis bagi UMKM lain dalam memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi dan pemasaran yang strategis, inovatif, dan berkelanjutan di era digital saat ini.