Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai Substrat Alternatif dalam Transplantasi Karang Acropora di Pulau Pahawang Novriadi, Novriadi; Darmawan, Andy; Martinus, Simon; Syawaldi, Muhammad Kevin
MAXIMUS: Journal of Biological and Life Sciences Vol. 3 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/maximus.v3i2.2164

Abstract

Degradasi terumbu karang akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia memicu perlunya upaya rehabilitasi. Saat ini upaya rehabilitasi yang umum dilakukan adalah transplantasi karang dengan substrat buatan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai substrat alternatif dibandingkan beton konvensional dalam transplantasi karang Acropora di Pulau Pahawang. Substrat dibuat dengan rasio beton:FABA (80:20) dan diuji terhadap parameter pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup fragmen karang selama enam bulan. Hasil menunjukkan bahwa substrat berbasis FABA mendukung pertumbuhan karang lebih baik dibandingkan substrat beton, dengan nilai Geometry Mean Dimension (GMD) yang lebih tinggi secara signifikan (p < 0.0001). Selain itu, tingkat kelangsungan hidup karang pada substrat FABA mencapai 100%, lebih tinggi dibandingkan beton (85%). Keunggulan substrat FABA diduga berasal dari kandungan kalsium dan silika yang mendukung pembentukan kerangka kapur karang, serta keberadaan biofilm yang berperan dalam stabilisasi ekosistem mikro. Temuan ini menunjukkan bahwa FABA dapat menjadi alternatif yang lebih efisien dan ekonomis untuk substrat transplantasi karang, sekaligus menawarkan solusi pemanfaatan limbah industri secara berkelanjutan. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji dampak jangka panjang FABA terhadap ekosistem laut. Kata kunci: Kontak Horison, Kalsifikasi, Substrat Buatan, Biofilm.