p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kurios Manna Rafflesia
Lewu, Ayub Pangga
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Kurios

Teologi ratapan sebagai praktik pastoral-komunal: Studi kitab Ratapan untuk pendampingan korban bencana Lewu, Ayub Pangga
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i3.1359

Abstract

This article explores the theology of lament in the Book of Lamentations as a liturgical and pastoral resource for accompanying disaster victims in Indonesia. Through a literary-theological analysis of the structure and theology of the Book of Lamentations, this study demonstrates that the lament tradition provides a space for honest expression of suffering before God without reducing the complexity of traumatic experiences. By integrating perspectives from trauma theology and contextual pastoral studies, this article offers a theological-practical framework for building communities of accompaniment that enable disaster victims to experience holistic recovery. The research findings indicate that lament is not a sign of unbelief but rather an authentic form of faith that enables transformation from suffering toward hope.   Abstrak   Artikel ini mengeksplorasi teologi ratapan (lament) dalam Kitab Ratapan sebagai sumber daya liturgis dan pastoral untuk pendampingan korban bencana alam di Indonesia. Melalui analisis literer-teologis terhadap struktur dan teologi Kitab Ratapan, penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi ratapan menyediakan ruang ekspresi penderitaan yang jujur di hadapan Allah tanpa mereduksi kompleksitas pengalaman traumatis. Dengan mengintegrasikan perspektif trauma theology dan studi pastoral kontekstual, artikel ini menawarkan kerangka teologis-praktis untuk membangun komunitas pendampingan yang memampukan korban bencana mengalami pemulihan holistik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ratapan bukan tanda ketidakpercayaan melainkan bentuk iman yang autentik, yang memungkinkan transformasi dari penderitaan menuju harapan.