Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK BEBAN LAYANAN UTANG DAN EFEKTIVITAS BELANJA MODAL TERHADAP AKSELERASI KEMISKINAN DI INDONESIA (2013- 2023) Selina Muthmainah; M. Adam Wijaya; Fanees Nabila
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/3pfmvb97

Abstract

Mengatasi kemiskinan di Indonesia adalah agenda vital pembangunan nasional yang menuntut kebijakan fiskal yang efektif, terutama dalam mengelola utang dan kualitas belanja. Penelitian ini bertujuan menganalisis seberapa besar pengaruh dua kekuatan fiskal yang berlawanan Beban Layanan Utang (BLU) sebagai penekan anggaran, dan Efektivitas Belanja Modal (EBM) sebagai motor investasi terhadap laju penurunan kemiskinan antara tahun 2013 hingga 2023. Kami berasumsi bahwa BLU akan menghambat upaya ini karena memicu crowding-out effect, sedangkan EBM justru akan mempercepat pertumbuhan yang inklusif. Untuk menguji hipotesis ini, kami menggunakan metode kuantitatif eksplanatif dengan mengolah data panel dari 34 provinsi selama 11 tahun, menghasilkan 374 data pengamatan yang kemudian dianalisis menggunakan Regresi Data Panel (melalui Uji-t dan Uji-F). Hasil analisis membuktikan bahwa BLU memang memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap percepatan penurunan kemiskinan. Kondisi ini muncul karena kewajiban pembayaran utang yang besar memaksa pengetatan anggaran, sehingga mendesak alokasi dana untuk Belanja Modal dan Bantuan Sosial menjadi berkurang. Sebaliknya, EBM terbukti berperan positif dan kuat sebagai katalis utama. Efektivitas belanja ini memastikan investasi infrastruktur mampu menciptakan multiplier effect ekonomi di daerah dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara optimal. Meskipun Indonesia berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 11,37% (Maret 2013) menjadi 9,36% (Maret 2023), temuan ini menekankan pentingnya menyeimbangkan tanggung jawab utang dengan peningkatan kualitas belanja produktif. Kami menyarankan kebijakan fiskal yang lebih strategis, berfokus pada EBM, untuk mencapai percepatan penurunan kemiskinan yang berkelanjutan.
ANALISIS KEPADATAN PENDUDUK, TIMBULNYA SAMPAH, DAN RTH TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN KOTA BANDAR LAMPUNG (2021- 2023) Selina Muthmainah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 4 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi April
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/kjmjgx18

Abstract

Kota Bandar Lampung yang menjadi pintu utama Pulau Sumatera saat ini tengah tumbuh sangat pesat. Sayangnya, pembangunan gedung dan jalanan yang masif sering kali kurang memperhatikan kelestarian alam, sehingga kualitas lingkungan pun mulai menurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi secara kualitatif dinamika dampak kepadatan penduduk, fenomena penumpukan sampah, serta efektivitas keberadaan taman kota (RTH) terhadap kondisi lingkungan di Bandar Lampung sepanjang tahun 2021 hingga 2023. Proses analisis dalam studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan observasi terhadap laporan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pertumbuhan pemukiman yang masif memicu alih fungsi lahan yang mengancam kualitas ekosistem tanah dan mempersempit ruang interaksi sehat bagi warga. Masalah sampah menjadi sorotan tajam yang menggambarkan pergeseran pola konsumsi masyarakat; pada tahun 2023, terlihat kecenderungan lonjakan limbah yang tidak dibarengi dengan kesadaran budaya memilah sampah dari sumbernya. Di sisi lain, keberadaan RTH dipandang sebagai paru-paru kota yang krusial untuk menyaring polusi, meskipun secara faktual luasannya masih terbatas akibat desakan lahan pemukiman. Kesimpulannya, lingkungan Bandar Lampung sedang mengalami tekanan akibat aktivitas manusia yang kompleks. Pemerintah perlu lebih tegas dalam mengontrol tata kota, menumbuhkan budaya sadar sampah di tingkat rumah tangga, serta lebih kreatif dalam mengintegrasikan ruang hijau di tengah sesaknya lahan kota demi masa depan yang lebih nyaman.