Coastal slums such as Penjaringan Urban Village, North Jakarta, face environmental pressures from tidal flooding, sewage pollution and uncontrolled urbanisation. The lack of public awareness of the importance of water management and the use of environmentally friendly materials exacerbates the degradation of coastal ecosystems. This research aims to develop a regenerative architectural design based on polder system and biodegradable materials that can address the environmental and social issues in the area. The design is expected to improve environmental resilience through effective flood control and the use of biodegradable natural building materials. The methods used were literature review and case study and supplemented by field interviews with affected residents in RT 014, 015, and 017. The results show that the integration of polder systems with retention ponds and closed drainage can significantly reduce flooding, while the use of materials such as bamboo and clay provide adaptive and low-carbon building solutions. These findings contribute to the development of resilient and sustainable coastal architecture. The research also emphasises the importance of community participation and nature-based design approaches to create regenerative environments in coastal slums that previously overlooked. This approach shows the potential of transforming slum neighbourhoods into inclusive residential areas. Keywords: Architecture; biodegradable; polder; regenerative; slum Abstrak Permukiman kumuh pesisir seperti Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, menghadapi masalah lingkungan dari banjir rob, pencemaran limbah, dan urbanisasi yang tidak terkendali. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan air dan penggunaan material ramah lingkungan memperburuk degradasi ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain arsitektur regeneratif berbasis sistem polder dan material biodegradable yang dapat mengatasi masalah lingkungan dan sosial di area tersebut. Desain ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan lingkungan melalui pengendalian banjir yang efektif dan penggunaan material bangunan alami biodegradable. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara melakukan studi literatur dan studi kasus, dan dilengkapi dengan wawancara lapangan dengan warga yang terkena dampak di RT 014, 015, dan 017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem polder dengan kolam retensi dan drainase tertutup dapat secara signifikan mengurangi banjir, sementara penggunaan material seperti bambu dan tanah liat memberikan solusi bangunan yang adaptif dan rendah karbon. Temuan-temuan ini berkontribusi pada pengembangan arsitektur pesisir yang tangguh dan berkelanjutan. Penelitian ini juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan pendekatan desain berbasis alam untuk menciptakan lingkungan regeneratif di daerah kumuh pesisir yang sebelumnya terabaikan. Pendekatan ini menunjukkan potensi mengubah lingkungan kumuh menjadi area hunian yang inklusif.