Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGASUHAN DI PANTI ASUHAN X TANGERANG SELATAN Sibuea, Rahel; Gading, Yoanita Maria Putri Sekar; Wijaya, Theresa Nadine; Agoes Dariyo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pengasuhan berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama bagi anak-anak di panti asuhan. Di Panti Asuhan X, terdapat lima orang pengasuh anak usia sekolah, yang mengasuh 22 anak sekolah mulai dari TK hingga SMP. Namun, para pengasuh belum menunjukkan praktik pengasuhan yang optimal. Hal ini tercermin dari kesulitan anak-anak dalam mengatur emosi, perilaku, serta motivasi belajar rendah. Oleh karena itu, program psikoedukasi diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan agar perkembangan anak-anak di Panti Asuhan X lebih optimal. Program psikoedukasi berlangsung dari bulan Februari hingga Mei 2025, mencakup analisis masalah hingga evaluasi, dengan total enam sesi psikoedukasi yang dilaksanakan seminggu sekali dari bulan Maret hingga Mei. Materi psikoedukasi berbasis teori psikologi yang membahas pola asuh dan perkembangan anak, dengan fokus pada manajemen konflik, karakter anak, minat baca dan belajar, serta pengelolaan stres bagi pengasuh. Data dikumpulkan melalui metode pre-test dan post-test yang meliputi observasi natural, wawancara individu, serta kuesioner berbasis alat ukur Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ). Hasil program menunjukkan adanya peningkatan skor pola asuh otoritatif dari 47,33 pada pre-test menjadi 51,33 pada post-test serta perubahan positif pada pemahaman dan praktik pengasuhan. Melalui program psikoedukasi, terjadi perubahan pendekatan pengasuhan yang membuat anak-anak menjadi lebih terbuka, lebih mampu mengikuti arahan, serta mempererat kedekatan emosional dengan pengasuh. Temuan ini menunjukkan bahwa program psikoedukasi dapat meningkatkan kualitas pengasuhan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KONSUMSI MAKANAN TRADISIONAL SEBAGAI BENTUK UPAYA BELA NEGARA Michiko, Runi; Gading, Yoanita Maria Putri Sekar; Sibuea, Rahel; Kumayas, Jacqualyne Gavrilla; Wijaya, Theresa Nadine; Dariyo, Agoes
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8867

Abstract

National defence is not limited to physical efforts but can also be strengthened through economic and cultural contributions, including the consumption of traditional food. Traditional dishes play a dual function: supporting the MSME sector and preserving cultural heritage. MSMEs account for 99% of business activities and contribute 60% to the national GDP. However, in the era of globalization, the consumption of traditional food has declined as people increasingly prefer non-traditional options influenced by trends, quality, and pricing. This situation shows the need for strategies that can maintain public interest in traditional cuisine. Using a qualitative approach with convenience sampling, this study explores Indonesians’ perceptions of traditional food. The interview results indicate that participants still consume traditional dishes in their daily lives, partly because these foods convey a sense of warmth and familiarity. All participants agreed that eating traditional food represents an act of national defence and a tangible expression of patriotism, a perspective that should be more widely understood by the public. Nonetheless, significant challenges remain, particularly in promoting traditional food to younger generations due to limited creative marketing and insufficient innovation. Therefore, more inventive efforts and broader support are needed to ensure traditional food remains appealing and relevant to society. ABSTRAK Bela negara tidak hanya berbentuk fisik melainkan juga melalui kontribusi ekonomi dan budaya yang diwujudkan melalui konsumsi makanan tradisional. Makanan tradisional memiliki peran ganda, yaitu sebagai penopang ekonomi UMKM dan melestarikan budaya bangsa. Data menunjukan bahwa UMKM mewakili 99% kegiatan bisnis dan berkontribusi 60% terhadap PDB, namun pada era globalisasi konsumsi makanan tradisional menurun. Masyarakat lebih memilih makanan non-tradisional yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tren, kualitas, dan harga. Maka dari itu diperlukan strategi agar makanan tradisional tetap diminati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan convenience sampling untuk mengetahui persepsi masyarakat Indonesia mengenai makanan tradisional. Hasil wawancara menunjukan bahwa partisipan masih mengonsumsi makanan tradisional sebagai makanan sehari-hari dengan beberapa alasan, salah satunya adalah dikarenakan rasa kehangatan yang diberikan dari makanan tradisional tersebut. Dengan mengkonsumsi hidangan tradisional, semua partisipan setuju bahwa hal tersebut merupakan salah satu cara untuk membela negara sekaligus bentuk nyata cinta tanah air. Cara ini perlu diketahui oleh masyarakat luas. Namun, terdapat tantangan utama dalam mengenalkan makanan tradisional, khususnya kepada generasi muda, seperti kurangnya promosi kreatif dan terbatasnya inovasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya baru yang lebih kreatif serta dukungan dari berbagai pihak agar makanan tradisional semakin diminati oleh masyarakat luas. Â