Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teknis Pelaksanaan Erection dengan Metode Tandem Crane pada Steel Box Girder Jembatan Cikeruh Ari Ayu Arimba; Rijaluddin, Arief
SEMINAR TEKNOLOGI MAJALENGKA (STIMA) Vol 8 (2024): STIMA 8.0 : Menuju Kesinambungan : Inovasi dan Adaptasi Teknologi untuk Pembangunan Be
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/stima.v8i0.1164

Abstract

Jembatan cikeruh menjadi salah satu dari 37 proyek pengganti dan/atau Duplikasi Jembatan CH (Callender Halmiton) yang termasuk di wilayah jabar II, dengan Panjang Bentang Jembatan 81 Meter Menggunakan 2 span, 60 meter untuk Steel Box Girder (SBG) dengan banyak 3 line SBG dari Abutment 2 ke Pier 1, dan 20 meter untuk Steel I Girder dengan banyak 8 line dari Pier 1 ke Abutment 1. Dengan proyek Jembatan CH kali ini yang mana akan menggunakan Jembatan Eksisting dengan Steel Box Girder, dimana Box girder memiliki ketahanan terhadap korosi yang lebih baik dikarenakan sebagian besar permukaan baja tidak terpapar efek langsung dari lingkungan, Box girder juga memiliki bentuk estetika yang lebih baik. Adapun pemasangan Steel Box Girder (SBG) pada jembatan cikeruh ini menggunakan metode erection girder dengan metode Erection Tandem Crane. Dimana proses metode ini menggunakan Crane MC 350 dan Crane CC 250. dengan Proses mobilisasi SBG dengan panjang 60 meter dengan bobot 1 line SBG 102 Tons, Moilisasi menggunakan 1 set Multi Axel ( 1 Prime Over + 2 Trun Table) Dapat di simpulkan Pekerjaan erection berlangsung dua hari pada tanggal 07-08 Agustus 2023, dengan system buka tutup jalan, dimulai pada jam 22.00 sampai dengan jam 03.00 WIB. Penambahan jalan alternative pada saat penutupan agar lebih diperhatikan kembali jika terdapat masyarakat yang memiliki keperluan urgent seperti menuju rumah sakit, sehingga masyarakat tidak menungu lebih lama saat proses penutupan. serta pihak K3 lebih melakukan koordinasi dan edukasi pada warga sekitar terkait pelaksanaan erection secara instensif, untuk Mengantisipasi agar tidak ada lagi kerumunan warga pada area lifting.