Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK PASIEN PENDERITA KANKER SERVIKS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROVINSI SUMATERA UTARA Girsang, Vierto Irennius; Afriani, Dewi; Saragih, Frida Liharris; Octavia, Yunida Turisna
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker yang banyak menyerang perempuan. saat ini kanker serviks menduduki urutan kedua dari penyakit kanker yang menyerang perempuan di dunia dan urutan pertama untuk wanita di negara yang sedang berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien penderita kanker serviks yang dirawat inap di rumah sakit umum pusat provinsi Sumatera Utara. Jenis penelitian adalah penelitian deskrifif dengan desain case series. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data rekam medik pasien yang berjumlah 301 pasien penderita kanker serviks. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh data rekam medik pasien kanker serviks. Analisa data dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh bahwa proporsi pasien penderita kanker serviks berdasarkan sosiodemografi yang dirawat di RSUP H Adam Malik tertinggi pada umur >41 tahun (81,1%), pendidikan SD (29,6%), dan pekerjaan Ibu Rumah Tangga (39,9%), paritas tertinggi Grandemultipara (47,2%), stadium klinik IV (39,2%), penatalaksanaan medis Kemoterapi (41,2%), keadaan sewaktu pulang pulang berobat jalan (48,2%). Ada perbedaan proporsi yang bermakna antara umur (p=0,000), pendidikan (p=0,001), penatalaksanaan medis (p=0,000), lama rawatan rata-rata (p=0,000),keadaan sewaktu pulang (p=0,000) penderita kanker serviks berdasarkan stadium klinik. Ada perbedaan penatalaksanaan medis bedasarkan keadan sewaktu pulang (p=0,000). Tidak ada perbedaan proporsi pekerjaan (p=0,205), paritas (p=0,012) penderita kanker serviks berdasarkan stadium klinik. Lama rawatan rata-rata penderita kanker serviks adalah 2,64 bulan dengan SD (Standar Deviasi) 1,048 bulan dimana lama rawatan minimum 1 bulan dan lama rawatan maksimum 4 bulan. Berdasarkan hasil penelitian di saran agar lebih meningkatkan upaya deteksi dini kanker serviks melalui tes pap’s/IVA.
Peran KIE Daring BBPOM di Jakarta dalam Penguatan Literasi Obat dan Makanan Tahun 2025 Darmastuti, Endang; Afriani, Dewi; Pramudya, Danar
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 5 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i5.4156

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi kesehatan, termasuk terkait obat dan makanan, sehingga menuntut peningkatan literasi yang memadai. Rendahnya kemampuan dalam memilah informasi berisiko menyebabkan kesalahan penggunaan produk kesehatan. Oleh karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui BBPOM di Jakarta menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) daring sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian pengetahuan peserta KIE daring tahun 2025 serta mengevaluasi efektivitas program tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 2.013 peserta. Data dikumpulkan melalui kuesioner evaluasi pengetahuan dan survei persepsi efektivitas, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata capaian pengetahuan peserta sebesar 61,3, dengan 51% peserta berada pada kategori sedang hingga tinggi. Nilai efektivitas program mencapai 86,79 yang termasuk kategori efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa KIE daring berkontribusi positif dalam meningkatkan literasi obat dan makanan masyarakat, meskipun masih diperlukan penguatan strategi edukasi agar hasilnya lebih optimal dan merata. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi kesehatan yang efektif dan berkelanjutan.